Jakarta, TopBusiness – Indeks komposit Jakarta atau IHSG diestimasikan masih melanjutkan pengurangan poin. Sebab, minim sentimen positif.
“Kami memperkirakan IHSG pada hari ini akan melanjutkan pelemahannyam seiring minim sentimen dari global serta net sell asing yang terjadi di pasar domestik mayoritas masih di dominasi oleh saham perbankan yang memiliki weighting besar terhadap IHSG,” demikian tersurat dalam laporan riset harian di laman samuel.co.id, di Jakarta, hari ini.
Analis menilai, sentimen global yaitu hasil FOMC Meeting telah diekspektasi pasar dengan keputusan tidak mengubah Fed rate dari level sekarang. Proyeksi terhadap pemulihan ekonomi Amerika juga terkendala data kenaikan pasien yang naik cukup tinggi setelah beberapa negara bagian mulai membuka kegiatan ekonominya. Texas melaporkan rekor tertinggi 3 hari berturut-turut peningkatan pasien positif dengan data terakhir 2.153 pasien pada Rabu (10/06/2020).
Sebelumnya, hasil FOMC Meeting memutuskan Fed rate tetap pada level 0,25% dan mengindikasikan akan tetap pada level tersebut hingga hingga 2022 atau hingga perekonomian pulih dari efek pandemi serta memproyeksikan GDP 2020 akan turun hingga minus 6,5% namun naik kembali 5% pada 2021. Core inflasi per Mai tercatat meningkat 1,2% yoy. Selanjutnya, The Feds juga masih akan melanjutkan pembelian obligasi dengan target USD 80 miliar.
Akibatnya, DJIA minus 1,04% ke level 26,989, dan Nasdaq plus 0,67%. Bursa Eropa juga turut melemah seiring investor yang menunggu keputusan The Feds untuk menjaga perekonomian dan dampaknya. DAX Frankfurt turun 0,7%, FTSE London 0,1% dan CAC Paris 0,82%.
Foto: Rendy MR
