Jakarta, TopBusiness – PT Insight Investments Management (Insight) menerbitkan salah satu produk alternatif untuk investasi berbentuk reksa dana exchange traded fund (ETF) yakni Reksa Dana Indeks Insight ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index yang resmi dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada hari ini.
FTSE Indonesia Low Volatility sendiri berbasis pada indeks, hasil kolaborasi dengan FTSE Russell (Financial Times Stock Exchange) sebagai penyedia benchmark, analitik dan solusi data.
Reksadana ETF ini ditujukan untuk memberi hasil investasi yang optimal melalui ekuitas yang diterbitkan oleh korporasi. Adapun ekuitas yang diterbitkan oleh korporasi akan ditawarkan dalam Penawaran Umum dan diperdagangkan di BEI. Reksadana ini menunjuk PT. Bank Central Asia, Tbk sebagai bank kustodian dan Indopremier Sekuritas sebagai dealer partisipan.
Net asset value (NAV) per unit Reksadan ini hanya Rp100, atau merupakan salah satu yang terendah di industri. “FTSE Indonesia Index Low Volatility Factor merupakan market cap weighted index yang merepresentasikan performa dari saham big cap dan mid cap di Indonesia yang memiliki faktor volatilitas lebih rendah dari FTSE Indonesia Index,” kata Direktur Utama Insight Investments Management Ekiawan Primaryanto dalam sambutannya saat peluncuran reksa dana ETF di Jakarta, Kamis (11/6/2020).
Salah satu keunggulan dari reksa dana jenis ETF ini, tandas dia, yaitu kemudahan dalam berinvestasi, di antaranya fleksibel, biaya yang relatif rendah dan transparan.
Ia mengatakan, di tengah kondisi pasar domestik maupun global yang cenderung fluktuatif, kehadiran produk reksadana ETF ini dapat menjadi pilihan investasi bagi para investor dengan memanfaatkan salah satu fitur unggulan produk ETF, yakni fleksibilitas dalam bertransaksi.
Seperti berinvestasi di instrumen saham, pembelian dan penjualan UP reksa dana ETF dapat dilakukan sepanjang hari dengan harga yang tercatat di BEI selama jam perdagangan Bursa. Sehingga investor dapat bertransaksi dengan harga dan waktu secara real time.
Selain itu, transparansi isi portofolio reksa dana ini juga menjadi faktor penting dalam memilih instrumen investasi. Reksadana ETF memenuhi syarat transparansi yang lebih dalam dibandingkan reksadana konvensional.
Keunggulan lainnya, melalui reksadana ETF ini, pemegang unit penyertaan juga dapat melakukan kontribusi yang memberikan dampak sosial melalui kegiatan pengembangan kesejahteraan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia yang mendukung program pemerintah. Dan nantinya, manajemen Insight juga berkomitmen mengalokasikan maksimal 25% dari imbal jasa manajer investasi untuk dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Insight bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjalankan CSR secara efektif, relevan, dan sustainable. Program CSR yang dijalankan bertujuan untuk membangun role model yang kemudian dapat diduplikasi di wilayah lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ekiawan.
Berdasarkan hasil riset Insight, hasil backtesting kinerja 5 tahun FTSE Indonesia – Low Volatility Factor mampu mencatatkan kinerja melampaui indeks acuan, baik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), indeks IDX30 hingga indeks LQ45. Dalam 5 tahun terakhir (per 30 April 2020), kinerja FTSE Indonesia Low Volatility Factor mencatatkan kenaikan 16,74% atau lebih dari empat kali lipat dari kinerja IHSG yang hanya naik 3,22%.
FTSE Indonesia Low Volatility Factor juga membukukan kinerja naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan FTSE Indonesia (Original) yang naik 6,21% dalam 5 tahun terakhir. Adapun kinerja MSCI Indonesia Index, IDX30 dan LQ45 dalam 5 tahun terakhir masing-masing naik tipis 0,17%, minus 0,72%, serta negatif 6,87%.
Secara rata-rata per tahun dalam 5 tahun terakhir, FTSE Indonesia Low Volatility Factor berhasil membukukan total return 3,35%, jauh di atas FTSE Indonesia (Original) 1,24%, MSCI Indonesia Index 0,03%, maupun IHSG 0,64% per tahun. Sedangkan total return rata-rata per tahun IDX30 dan LQ45 justru minus 0,14% dan negatif 1,37%.
Foto: Istimewa
