Jakarta, TopBusiness – Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, hari ini. Indeks harga saham gabungan atau IHSG masih negatif 65,93 poin, atau setara dengan 1,34 persen ke posisi 4.854,754. Pelaku pasar masih menjadikan The Fed sebagai pegangan investasi.
Perdagangan di pasar reguler berlangsung marak dengan volume mencapai 8.910.206.970 unit saham dan 718.811 kali transaksi senilai Rp 9,525 triliun. Pelaku pasar memilih saham sektor aneka industri untuk dijual sehingga berkurang 2,1 persen, kemudian keuangan (1,99 persen) dan perdagangan (1,86 persen).
Pelaku pasar masih mencerna terkait pernyataan Bank Sentral Amerika (The Fed) yang memperkirakan tingkat pengangguran 9,3 persen pada akhir tahun dan para pejabat melihat tingkat suku bunga utama atau suku bunga dana federal, tetap mendekati nol hingga setidaknya 2022. Ini menandakan ekonomi di negara Paman Sam tadi masih perlu didorong. Jika tidak bisa menciptakan perlambatan dan akhirnya mempengaruhi ekonomi negara-negara lainnya.
Di Bursa Saham Asia, seperti, Nikkei-225 di Bursa Efek Tokyo masih kontraksi 652,04 poin (2,82 persen) ke posisi 22.472,91. Hang Seng di Bursa Saham Hong Kong kehilangan 569,58 poin (2,27 persen) ke posisi 24.480,15.
Foto: Rendy MR
