TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Harga Minyak Capai Titik Keseimbangan Baru pada 2024

Nurdian Akhmad
16 June 2020 | 10:30
rubrik: Ekonomi
Ketegangan Bisnis Amerika-China Jatuhkan Harga Minyak

Sumber: Shutterstock

Jakarta, TopBusiness – Harga minyak dunia saat ini masih melemah akibat dampak pandemi Virus Corona atau Covid-19. Beberapa waktu lalu, harga minyak sempat jatuh ke level  terendah sejak 21 tahun dengan berada di US$ 15,27 per barel. Pada perdagangan Senin (15/6/2020), harga minyak mentah dunia US$ 37,72/barel.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan harga minyak bakal mencapai titik keseimbangan baru yaitu US$ 60 per barel. $Hal itu setelah anjloknya harga minyak akibat penurunan permintaan di tengah wabah covid-19.

 “Setelah mengolah data kemungkinan titik keseimbangan baru harga minyak tersebut akan terjadi pada 2024 atau 2025,” ujar Soetjipto, dalam FGD secara daring, di Jakarta, seperti dikutip Selasa (16/6/2020).

Menurut dia,  ada tiga asumsi dasar atas perkiraan titik kesimbangan baru harga minyak tersebut, yang kini terus berfluktuasi akibat wabah covid-19 yang berdampak pada penurunan permintaan minyak dunia.

Pertama, perhitungan berdasarkan biaya produksi, yang bila harga minyak di bawah USD30 per barel maka akan banyak perusahaan minyak yang kolaps, kecuali yang memiliki cadangan besar. Kedua, pembicaraan di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang mulai memangkas produksi mereka.

 Ketiga, analisa-analisa perkiraan harga minyak mentah Brent oleh lembaga riset energi Woodmac, Rystad and Platts. Ia mengakui dampak covid-19 yang menyebabkan harga minyak dunia bergejolak telah menurunkan aktivitas operasional kegiatan usaha hulu minyak dan gas (migas).

 Bahkan, dia mengakui, ada sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas (migas) yang melakukan penundaan rencana bisnis mereka. Namun, pihaknya terus melakukan komunikasi agar produksi dan lifting minyak tetap terjaga.

BACA JUGA:   Sidang Doktoral, Dr. Suhendra Atmaja, S.Sos., M.si Berhasil Nilai Akademik Sangat Memuaskan

 “Angkanya yang realistis tahun ini 705 ribu barel per hari, dari target APBN 755 ribu barel per hari,” katanya.

Menurut Dwi Soetjipto, minyak dan gas di masa depan masih sangat dibutuhkan.  “Kami terus usaha mencapai satu juta barel setara minyak per hari (boepd), target 2030,” ujar dia..
 
Dwi mengatakan potensi hulu migas di Indonesia masih sangat besar. Dirinya memprediksi ada 128 cekungan yang mengandung minyak atau gas. Namun yang saat ini berproduksi baru 20 cekungan.

Tags: Dwi Soetjiptoharga minyahmigasskk migas
Previous Post

Ini Rekomendasi Pengusaha Makanan ke Industri Nasional

Next Post

KPEI Beri Bantuan untuk Penanganan Covid-19

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR