Jakarta, TopBusiness – Ditegaskan Senior Manager GCG and Risk Management Reno Viscky dihadapan dewan juri penjurian serta pemeringkatan GRC yang diselengarakan majalah Top Business serta lembaga lainnya melalui kemajuan teknologi digital dengan saluran virtual, pada Rabu pagi (17/6/2020).
“PT Bumi Resources Tbk(BUMI) sebagai holding, dari beberapa perusahaan energy dan operator industri pertambangan batubara terbesar di negeri ini selalu menerapkan asas-asas Governance Risk Complaince(GRC) serta pula menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dalam mengelolah anak-anak perusahaan energy terbesar di negeri ini dengan perusahaan induk (Holding) BUMI, tegas Reno.
Lanjut Reno, Apalagi, dalam situsi global yang sangat sulit seperti ini, dalam hal pandemic -19, lantas turunya harga komodi batubara dalam 2 tahun ini serta pula situsi yang kami hadapi di dalam negeri yaitu perpanjangan kontrak konsensi PKP2B, tentunya ini bukan permasalahan yang mudah bagi perusahaan., jelas Reno.
Jelas Reno, PT Bumi Resources Tbk atau BUMI sebagai Holding dan beberapa anak perusahaan telah menerapkan GRC semenjak tahun 2009 dan 2013 dilakukan perubahan dalam penerapannya sesuai dengan konsep-konsep perkembangannya pula.
Dan tahun 2019 lalu merupakan tahun yang tantangan besar dan berat (Chalenging) bagi BUMI serta industri pertambangan batubara di republic ini. Apa pasalnya ?, dimana pada tahun tersebut harga komoditi dunia batubara melorot drastisnya. Serta pula dimana pada tahun tersebut terjadi ketidak pastian bagi industri pertrambangan dalam perpanjangan kontrak PKP2B, karena BUMI dan beberapa anak perusahaanya mengalami habis masa kontraknya di tahun 2020, alhamdulilah permasalahan perpanjangan kontrak ini sudah menemukan titik terang dengan terbitnya revisi Undang-Undang Minerba 2020, ujar Reno.
“dengan penurunan harga batubara dunia ini, sudah barang tentu pula menurunkan pendapatan bagi korporasi. Saat ini BUMI dengan anak perusahaannya memiliki target produksi 90 juta ton di tahun 2020. Produksi kami tetap tinggi akan tetapi harga jual batubara anjlok sangat tajam, tentyunya berdampak besar kepada penerimaan korporasi,”tegasnya.
Dijelaskan Reno, management risiko dilakukan dengan sebaik mungkin sehingga dapat meminimalisir tingkat resiko. Hal ini sudah menjadi konsentrasi korporasi, mulai dari induk dan diturunkan kepada anak perusahaan. Kemudian kami melakukan mitigasi resiko dengan sanget cermat terhadap resiko yang sudah kami petakan.
Lantas kami pilah-pilah lagi resiko tersebut, dengan potensi resiko besar, sedang dan kecil.Untuk kemudian dilakukan pemantauan setiap 3 bulan disertai pembahasan dari tingkat Direksi hingga level paling bawah di anak perusahaan yang berkaitan langsung dilapangan.
Pengelolaan Risk Managemant ini menjadi konsen dan priotas bagi suksesnya sebuah organisasi dalam membangun kelanjutan bisnisnya. Oleh sebab itu seluruh pihak terlibat langsung mulai dari top management dan pelaku lapangan di operasional harus terlibat langsung dan juga menguasai permasalahannya.
Secara rutin korporasi mengadakan meeting, workshop bagi seluruh top management dan pelaku dilapangan dalam hal management risk ini.
”PT Bumi Resources Tbk sebagai entitas perusahaan energy papan atas di Republik ini tentunya turut memberikan kontribusi besar kepada negara dan juga turut serta mengembangkan Aahilirisasi batubara , seperti rencana pengembangan industri ,” ujar Reno dalam presentasi rating GRC yang didampingi pula oleh Vice President, Elly Slamet.
