TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hutama Karya Bangun Jalan Tol Kuala Tanjung-Parapat

Albarsyah
17 June 2020 | 17:19
rubrik: BUMN
Hutama Karya Bangun Jalan Tol Kuala Tanjung-Parapat

Jakarta, TopBusiness – Dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah dengan membangun 10 desnitasi wisata dalam program Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) selain Bali. Oleh sebab itu akses infrastruktur pun harus pula menunjang untuk para kunjungan para wisatawan untuk menyambangi kawasan wisata tersebut.

Salah satunya pengembangan infrastruktur dan konektifitas kawasan Danau Toba di Sumatera Utara ini akan terintegrasi dengan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Pembangunan jalan tol ke kawasan Danau Toba ini digarap oleh  4 perusahaan plat merah milik negara, BUMN Karya, tol ini akan beroperasi penuh menembus kawasan Danau Toba ini pada tahun 2020 ini.

 Sebagai upaya meningkatkan konektivitas di Pulau Sumatra, Pemerintah Indonesia melalui PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) tengah membangun Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat untuk mempermudah akses dari Medan ke Kawasan Pariwisata Strategis Nasional (KSPN) Danau Toba, Sumatera Utara.

Tak banyak yang tahu, jalan tol sepanjang 143,5 km ini masih merupakan bagian dari pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan menjadi lanjutan dari Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) sepanjang 61,72 km. Sebelumnya, jalan tol MKTT yang dibangun oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (Jasa Marga), tersebut telah rampung dan beroperasi penuh pada tahun 2019 serta terhubung dengan Jalan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Balmera).

Mengutip laman bpjt.pu.go.id, pembangunan jalan tol ini ditugaskan kepada Hutama Karya selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama 2 BUMN lainnya yaitu Jasa Marga dan anak perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk., yaitu PT Waskita Toll Road (WTR). Ketiganya membentuk Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) khusus untuk pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat. Hamawas menargetkan tol akan beroperasi penuh di tahun 2020 dengan masa konsesi selama 40 tahun, dengan pembangunan membutuhkan biaya investasi sekitar Rp 13,4 Triliun, termasuk biaya konstruksi sebesar Rp 9,6 triliun.

BACA JUGA:   Baru Digelar, Sport Tourism PSCI Dinilai Berdampak Positif ke Perekonomian Sekitar The Mandalika

Direktur Utama Hamawas, Wikumurti, mengatakan bahwa jalan tol ini akan terdiri dari 6 (enam) seksi yakni seksi 1 Tebing Tinggi-Indrapura (20,4 KM), seksi 2 Indrapura-Kuala Tanjung (18,05 KM), seksi 3 Tebing Tinggi-Sarbelawan (30 KM), seksi 4 Sarbelawan-Pematang Siantar (28 KM), seksi 5 Pematang Siantar-Seribudolok (22,3 KM) dan seksi 6 Seribudolok-Parapat (16,7 KM) serta terdapat Junction Tebing Tinggi sepanjang (7,9 KM). “Jalan yang akan dilengkapi dengan 7 (tujuh) buah Simpang Susun (SS) ini mendapatkan dukungan pembiayaan pemerintah guna meningkatkan tingkat kelayakan investasinya,” ujarnya dalam keterangan  resminya yang diterima redaksi Top Business.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa dukungan tersebut berupa pembangunan sebagian konstruksi jalan tol pada seksi 5 dan 6. Hingga hari ini (17/6), progres kedua seksi tersebut masih dalam tahap pembebasan lahan. Sementara itu, Hamawas mengerjakan konstruksi pada seksi 1-4.

Adapun progres konstruksi seksi 1 Tebing Tinggi-Indrapura telah mencapai 67%, seksi 2 Indrapura-Kuala Tanjung mencapai 36%, seksi 3 Tebing Tinggi-Sarbelawan mencapai 41% dan seksi 4 Sarbelawan-Pematang Siantar mencapai 26%.

“Kelancaran progres pembangunan tol ini tak lepas dari dukungan penuh baik dari pemerintah pusat khususnya KSP, Departemen PU dan Kementerian BUMN serta dukungan Pemda Sumut dan masyarakat sekitar jalan tol. Kami berterima kasih atas dukungan diberikan sehingga pembangunan tol ini dapat berjalan sesuai rencana. Dalam pembangunannya, tol ini akan dilengkapi dengan serat fiber optic sehingga ke depan akan menjadi Smart Toll Way yang berimplikasi pada pengembangan smart plantation pada lokasi perkebunan sepanjang tol dan juga pengembangan smart city,” pungkas Wikumurti.

Setelah terhubung, jarak dari kota Medan menuju Danau Toba dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 1,5 jam. Tak hanya efisiensi waktu tempuh, hadirnya tol ini akan memperbanyak aksesibilitas ke destinasi wisata yang wajib  dikunjungi oleh para turis saat berlibur di Sumatra Utara, sehingga mereka mempunyai banyak pilihan jalur transportasi mulai dari moda transportasi udara, laut, hingga darat. “Lokasi tol yang strategis untuk angkutan logistik Pelabuhan Kuala Tanjung dan penghubung lokasi Wisata Danau Toba memberi peluang ketertarikan Investor untuk pembiayaan Investasi kerjasama bagi hasil serta pengembangan kawasan sekitar Jalan Tol.” ungkap Wikumurti.

BACA JUGA:   Jaga Kualitas dan Kenyamanan Berkendara, Hutama Karya Lakukan Pemiliharaan Rutin Tol JORR-S dan ATP

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang ±588 KM dengan 368 KM ruas tol yang telah beroperasi secara penuh. Adapun sesuai dengan arahan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), terdapat dua ruas tol yang kini tengah dipersiapkan untuk diresmikan dalam waktu dekat yakni ruas Sigli Banda Aceh Seksi 4 (Indrapuri-Blang Bintang) sepanjang 13,5 KM dan ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 KM.

Previous Post

IHSG Bertambah Sedikit

Next Post

DAHANA Serahkan Bantuan APD

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR