Jakarta, TopBusiness – Pada pembukaan perdagangan Kamis (18/06/2020), indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi 30,51 poin, atau setara dengan 0,61 persen ke posisi 4.957,26. Pasalnya, investor mencermati perkembangan wabah virus corona yang mengalami peningkatan dan mengikuti sentimen bursa saham Wall Street.
Indeks dow jones industrial average hingga penutupan perdagangan waktu setempat di Bursa Saham New York turun 170,37 poin (0,65 persen) ke posisi 26.119,61. Sebaliknya, nasdaq positif 14,66 poin (0,15 persen) ke level 9.910,53 poin.
Kendati begitu, investor masih menunggu perkembangan hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang berlangsung hari ini. Mereka mengharapkan ada stimulus sehubungan dengan kebijakan moneter, salah satunya, penurunan suku bunga acuan. Jika terjadi pemotongan sebanyak 25 bps berpontesi menggerakan IHSG terutama sektor perbankan dan properti, lantaran sesuai ekspektasi pasar.
Sekedar mengingatkan bahwa indeks komposit Jakarta hingga penutupan perdagangan kemarin, plus 0.03% menjadi 4.987 poin dengan penopang saham SMMA, UNTR dan TOWR. Net sell asing pada pasar regular mencapai Rp 641.6 miliar. Saham dengan nilai net sell asing tertinggi, meliputi BMRI (Rp 153,7 miliar), BBRI (Rp 114,5 miliar), dan BBNI (Rp 88,1 miliar).
Foto: Rendy MR
