Jakarta, TopBusiness – Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) khusus di BKPM untuk memfasilitasi investor yang akan relokasi investasi dari Tiongkok. Kondisi pandemi Covid 19 menyebabkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Tiongkok memutuskan untuk melakukan relokasi investasi ke negara lain.
Beberapa diantaranya adalah perusahaan yang berasal dari Amerika Serikat dan Jepang Satuan tugas dibuat untuk ‘menjemput bola’ perusahaan yang akan melakukan relokasi investasi tertarik masuk ke Indonesia. Satgas Khusus tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.
“Saya kasih tiga tugas khusus, yaitu mendeteksi perusahaan yang akan relokasi, kemudian mengecek kemudahan yang diberikan negaraain, dan yang penting memberi kewenangan kepada mereka untuk membuat keputusan dalam bernegosiasi. Itu penting diberikan, agar (investasi) cepat berjalan,” ucap Bahlil Lahadalia dalam pernyataan resmi yang diterima Selasa (23/6/2020).
Ia mengungkapkan saat ini Indonesia termasuk dalam daftar 10 negara tujuan investasi tahun 2020 dengan keunggulan Sumber Daya Alam (SDA) dan potensi pasar yang besar. Hal ini tentunya menjadi sinyal positif bagi investor dan Pemerintah Indonesia. Adapun alternatif lokasi yang ditawarkan bagi calon investor, di antaranya Brebes dan Batang yang berada di Jawa Tengah.
“Sudah ada yang 60% (proses relokasi ke
Indonesia), masih ada yang tahap penjajakan. Tapi saya belum akan menyampaikan
data-data tersebut karena nanti tunggu Bapak Presiden yang mengumumkan,” ujar
Bahlil.
Catatan BKPM menunjukan Jepang dan Amerika
Serikat berada dalam peringkat 10 besar realisasi investasi triwulan I 2020.
Jepang menduduki peringkat 4 dengan jumah investasi senilai US$604,2 juta
(sekitar Rp8,7 triliun) dengan 1.519 proyek. Sementara, Amerika Serikat berada
di peringkat 9 dengan nilai investasi US$114,1 juta (sekitar Rp1,6 triliun)
dengan 299 proyek.
