TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Investasi Obligasi Dirasa Aman Saat Pandemi

Busthomi
23 June 2020 | 11:17
rubrik: Capital Market
SBN sebagai Instrumen Utang Pemerintah*

Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Investment & Liabilities Department Head PT Bank Commonwealth, Ivan Kusuma menyebutkan orangtua dapat melakukan investasi untuk masa depannya agar tidak membebani anak, namun secara bersamaan anak juga dapat melakukan investasi sejak dini untuk persiapan masa depannya. Apalagi seperti di saat pandemi Covid-19 ini. Namun dibutuhkan kejelian memilih instrumen sebelum melakukan investasinya.

“Pilih instrumen investasi sesuai dengan tujuan investasi dan juga profil risiko, monitor portofolio investasi, disiplin dan fokus pada tujuan, serta memiliki asuransi dan dana darurat, sehingga jika ada keadaan darurat tidak mengganggu portofolio investasi. Selain itu, diversifikasi investasi juga penting untuk melindungi asset,” papar Ivan dalam Financial Talk online yang diadakan PT Bank Commonwealth, di Jakarta, ditulis Selasa (23/6/2020).

Menurut Ivan, saat ini instrument yang paling menarik salah satunya adalah obligasi. Pasar obligasi Indonesia saat ini menawarkan tingkat real yield yang cukup atraktif jika dibandingkan dengan negara emerging market lain yakni di sekitar 5,16%. Hal ini disebabkan karena Kondisi fundamental Indonesia yang cukup baik dapat membuat para investor asing kembali melirik Indonesia sebagai salah satu negara emerging market yang menjadi tujuan investasi.

Obligasi merupakan surat utang yang berisi janji dari penerbit surat utang untuk membayar sejumlah imbalan berupa bunga dalam suatu periode tertentu dan akan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pembeli surat utang tersebut. Obligasi sendiri memberikan tiga keuntungan bagi investor.

Pertama, investor akan mendapatkan kupon secara berkala, yang tingkat kuponnya biasanya lebih tinggi dari bunga deposito. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kupon seperti kredibilitas penerbit, jangka waktu obligasi, tingkat inflasi, tingkat suku bunga acuan, dsb.

Kedua, berpotensi memperoleh capital gain, jika obligasi tersebut dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Ketiga, risiko yang lebih rendah dibandingkan instrumen saham. Harga obligasi di pasar sekunder cenderung memiliki volatilitas yang lebih rendah dibandingkan dengan instrumen saham.

BACA JUGA:   Bank Commonwealth Kenalkan Aplikasi Digital

“Bahkan untuk obligasi yang diterbitkan pemerintah para pelaku pasar sepakat bahwa instrumen tersebut merupakan instrumen yang bebas risiko alias risk free,” tandas dia.

Di bulan Juni ini, pemerintah juga telah menerbitkan Sukuk Negara Ritel dengan seri ORI017. ORI017 ini ditawarkan pemerintah sejak 15 Juni lalu dengan masa pemesanan 15 Juni-9 Juli 2020. Kupon yang ditawarkan 6,4% dengan tenor 3 tahun. “Dan Investor dapat membeli ORI017 ini kapan saja selama masa penawaran melalui aplikasi Commbank SmartWealth,” ucap dia.

Foto: Ilustrasi pasar obligasi (Istimewa)

Tags: Bank Commonwealthinvestasiobligasiorisukuk ritelSUN
Previous Post

Besok, INKA Uji Coba Kereta Pesanan Filipina

Next Post

Alternatif Investasi, IPIM Rilis Reksadana ETF Berbasis IDX30

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR