
JAKARTA-Thebusinessnews, Asosiasi Kopi Spesialis Indonesia (AKSI) menggelar Cupping Session Coffee Spesiality di La Tazza Café, Electronic City, Sudirman Central Business Distric (SCBD) Semanggi, Jakarta Selatan, pekan lalu. Session Cupping Coffee Spesiality ini, diikuti 41 jenis Coffee Spesiality dari seluruh daerah Indonesia penghasil kopi Spesiality Arabica dan Fine Rubusta.
Mereka, kopi Aceh Gayo, Sumatera Lintong, Sumatera Solok Suria, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat (Malabar Mountain Café, dan Kopiku), Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Flores-Mangarai, Flores Bajawa, Sulawesi-Toraja, Sulawesi-Goa, Sulawesi-Kalosi, Papua-Wamena, Robusta Flores Mangarai, Robusta Borobudur-Jawa Tengah, Robusta Banyuwangi, Robusta Wash Blue Wheel Jawa Timur.
Session Coffee spesiality merupakan wadah atau asosiasi yang berkompoten dalam melakukan Cupping (pengetesan) cita rasa spesiaty Coffee yang tersebar di seluruh nusantara ini, papar A. Syafrudin, Ketua Umum Asosiasi Kopi Spesial Indonesia.
Dari 41 tipe peserta akan disaring sebanyak 9 tipe Coffee Speasiality Arabica dan Fine Robusta, dari 9 tipe ini akan diberangkan pada acara pameran Coffee Internasional yang acaranya di Seattle-Amerika Serikat, markasnya kedai kopi yang sangat mendunia Starbuck.
Dari 9 tipe ini akan diajukan untuk pengetesan-Cupping pula di markasnya kedai Coffee Starbuck tersebut. Exibition, conference Coffee International yang akan digelar di Seattle-Amerika serikat ini akan berlangsung 7 – 15 April 2015.
A. Syafrudin menjelaskan kegiataan ini akan dipimpin oleh Faiz Ahmad sebagai Direktur Minuman dan Tembakau, Direktur Jenderal Argo Industri, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Kegiatan ini mengikutsertakan para industriaawan dari produsen kopi, trader dan petani kopi serta kalangan government-pemerintahan, hingga berita ini diturunkan telah terdaftar 31 peserta yang akan ikut berangkat ke Seattle-Amerika Serikat.
Helen Soegandhi, Direktur PT Glen Nevis Gunung Terong, sebagai produsen dan petani kopi Fine Robusta –Banyuwangi-Jawa Timur mengatakan, kami sebagai produsen dan petani kopi sangat antusias sekali dengan berbagai kegiatan di forum Internasional ini.
Ini suatu kegiatan yang sangat baik sekali untuk membawa produksi kopi Spesialiti kopi yang akan memperkenalkan produksi kopi Indonesia ke forum internasional. “Kita sebagai produsen kopi spesiality terbaik di dunia harus aktif dalam setiap event-event Internasional dan nasional,” jelasnya.
Indonesia merupakan gudangnya kopi spesiality, berbagai daerah di Indonesia ini memiliki tase (citra rasa) berbeda-beda. Kopi merupakan salah satu penyumbang devisa pada urutan ke 10 pada bidang pertanian. “Kami sebagai produsen selalu meningkatkan volume export kopi nasional ini akan tetapi kami beban kami dalam menjaga produksi kopi ini sangat berat sekali, banyak sekali kendala yang kami hadapi sebagai petani. Kami berharap pemerintah dapat membantu petani dalam hal teknologi,inovasi,” tegas Helan. (Albarsah)