Ini Gambaran GRC di Triniti Dinamik

Penulis achmad adhito

Jakarta, TopBusiness—Direktur Utama Triniti Dinamik, Samuel S. Huang, mengatakan hari ini di Jakarta bahwa bagi pihaknya, praktik GRC sangat bermanfaat. Sebab praktik tersebut membuat sebuah perusahaan bisa terus profit.

“Selain itu, implementasi GRC menyebabkan suatu perusahaan bisa tumbuh jangka panjang,” kata Samuel dalam tanya-jawab dengan Dewan Juri Top GRC 2020, melalui video conference.

Samuel pun mengatakan bahwa bagi Triniti Dinamik, perbaikan terus-menerus dalam sebuah perusahaan itu sangat perlu.

Untuk praktik GRC, Triniti Dinamik telah punya sebuah tata kelola dan struktur tertentu. Ada sejumlah komite yang membantu direktur utama untuk menjalankan praktik GRC. “Semua komite tersebut dibawahkan oleh direktur utama. Dan yang berperan mengintegrasikan semua komite itu, adalah direktur utama,” kata Samuel.

Dalam kesempatan itu, Samuel pun menjelaskan tentang sejumlah langkah bisnis yang digelar Triniti Dinamik terkait dampak Covid-19. Di antara itu, pengembang properti tersebut telah menggelar stress test sehubungan dengan kondisi pasar.

Ada estimasi tentang seberapa lama daya tahan Triniti Dinamik seandainya tidak mendapatkan pendapatan penjualan selama beberapa waktu. “Hasilnya, kami tahan dalam enam bulan sampai satu tahun. Kami punya angka debt to equity ratio yang tidak tinggi, sehingga punya daya tahan tersebut,” papar Samuel.

Di samping itu, Triniti Dinamik berusaha agar serah-terima proyek apartemen The Smith di Serpong, tetap sesuai jadwal, yakni pada akhir tahun 2020 ini.

Pada kesempatan itu pula, Head of Compliance Management Triniti Dinamik, Priska Nathanael, menceritakan sejumlah hal tentang struktur GRC di perusahaan tersebut. Dijelaskannya, antara lain, bahwa ada tujuh komite yang berperan membantu tugas direksi.

Itu antara lain Komite Internal Auditor, Komite Manajemen Risiko, Komite SDM, Komite Sosial, Komite Kepuasan Konsumen, dan lain-lain.

Triniti Dinamik mendasarkan praktik GRC berdasarkan regulasi dari eksternal atau juga internal. Contoh regulasi eksternal adalah Undang-undang Perseroan Terbatas, Undang-undang Ketenagakerjaan, dan lain-lain.
“Untuk regulasi internal, mengacu kepada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga,” ujar Priska.

Keterangan Foto: Spring Wood, Apartemen yang Dikembangkan Triniti Dinamik di Serpong

Sumber Foto: Istimewa

BACA JUGA

Tinggalkan komentar