Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi berbalik arah atau rebound sepanjang perdagangan hari ini.
Dalam riset harian dalam laman samuel.co.id, di Jakarta, Jumat (26/06/2020), memperlihatkan bahwa IHSG ditutup negatif pada perdagangan kemarin, turun 1,37% ke level 4.896,7 dengan net sell investor asing mencapai Rp 225,7 miliar. Sebelumnya pemerintah telah menetapkan untuk memindahkan dana pemerintah yang ada di Bank Indonesia ke bank Himbara dengan bunga ~80% dari suku bunga acuan saat ini. Hal ini untuk meningkatkan likuiditas bank Himbara dan memacu kredit pada sektor rill. “Pagi ini bursa regional Nikkei dan Kospi diperdagangkan positif (0,93% & 0,75%), sementara IHSG turut berpeluang rebound dari koreksi hari kemarin,” demikian tersebut.
Riset juga memperjelaskan bahwa semalam, Senat Amerika telah meloloskan proposal yang berisi sanksi hukum terhadap individual, entitas, dan bank yang terkait dengan pejabat negara China yang terlibat dalam penerapan RUU keamanan baru China terhadap Hongkong. Sementara itu, The Fed mengumumkan pembatasan buyback dan pembagian dividen bank di Amerika untuk memastikan kecukupan likuiditas dan permodalan bank menyusul keluarnya hasil stress test The Fed.
Perdagangan pasar saham AS ditutup positif semalam, meski diawali penurunan diawal sesi perdagangan. S&P 500 naik 1,10%, Dow Jones naik 1,18%, dan Nasdaq 1,09%, sementara yield 10Y US Treasury masih bergerak sideways di level 0.681%. Rilis data ekonomi AS semalam Durable Goods Orders MoM periode May menunjukan angka positif 15,8% MoM (prev: minus 18,1%; cons: plus 10,9%) setelah sebelumnya negatif di periode bulan sebelumnya. Pembalikan tren ini juga diperkirakan terjadi pada Personal Spending AS MoM periode May (prev: negatif 13,6%; cons: positif 9%).
Foto: Rendy MR
