Jakarta, TopBusiness – Pandemi Covid-19 yang melanda saat ini ternyata membuat orang Indonesia semakin berempati terhadap nasib saudara-saudaranya yang terkena dampak pandemi tersebut. Berdasarkan pengalaman dan studi yang dilakukan Global Wakaf, filantropi saat ini dari sisi kuantitas atau jumlah dananya menurun, tapi dari sisi jumlah donatur meningkat.
“Satu orang dulu donasinya senilai x, tapi sekarang ini kurang dari x tapi jumlah transaksinya atau donaturnya bertambah. Ini sejalan dengan hasil riset bahwa masyarakat sekarang semakin empati dengan kondisi yang menimpa saudara-saudaranya,” ujar N Imam Akbari, CEO Global Wakaf dalam Live Seminar bertema The Key Strategies of CSR to Support Business Continuity in New Normal yang digelar Majalah TopBusiness, Senin (29/6/2020).
Menurut Imam, pandemi Covid-19 ini juga membuat banyak orang semakin agamis dan lebih mendekat kepada Tuhannya. “Kita semakin ingat transendental dengan Sang Khaliq. Bagaimana Covid ini adalah bagian dari mahluk-Nya. Dia bisa mengganggu atau tidak terhadap bisnis kita, sehingga ini menjadi faktor utama,” ujar dia.
Bagi perusahaan, menurut Imam, kegiatan CSR ataupun CSV di masa pandemi Covid ini harus tetap jalan. Kebermanfaatan yang dimiliki sebuah perusahaan dengan segala value-nya harus terus dilakukan. “Karena sebetulnya kita meyakini kalau dalam Islam, sedekah itu bisa menolak bencana,” ucap Imam.
Dia mengakui saat ini banyak donatur Global Wakaf yang umumnya memiliki perusahaan, tiba-tiba harus terpuruk akibat Pandemi ini. Bahkan ada di antara mereka yang untuk makan sehari-hari saja kesulitan.
“Covid ini memasukkan kita pada kondisi itu, kesehatan terancam jika beraktivitas di luar, kemudian perekonomian juga mendapat tantangan yang luar biasa. Bagi sebuah perusahaan untuk bisa mencapai kondisi sebelumnya, dengan target penjualan dan marketing yang sama itu sebuah chalenge yang cukup berat,” kata dia.
Selain Imam Akbari dari Global Wakaf, Live Seminar ini menghadirkan pembicara: Ketua Dewan Juri Top CSR 2020, Mas Achmad Daniri, anggota Dewan Juri Top CSR 2020, sekaligus Direktur Corebest Indonesia, Nurdizal M. Rachman, dan Thendri Supriatno, konsultan CSR dari Indonesia Share Value Institute (ISVI). Selaku moderator M. Lutfi Handayani yang juga Ketua Penyelenggara Top CSR 2020 dan Pemimpin Redaksi Majalah TopBusiness. Sebagai keynote speaker (pembicara kunci) adalah Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, Siti Nurbaya Bakar.
Live Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan dari proses seleksi pemenang dan pemeringkatan pada penghargaan TOP CSR Awards 2020, yang digelar Majalah TopBusines. Dalam kegiatan TOP CSR Awards ini, Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah institusi seperti Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Dwika Consulting, Sinergi Daya Prima, Yayasan Pakem, Corebest Indonesia, Melani Harriman and Associates, Lembaga Kajian Nawacita (LKN), dan lain-lain.
