Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini diproyeksikan akan mengalami peningkatan terbatas. Pelaku pasar domestik tengah menanti rilis data inflasi.
Riset harian dari laman samuel.co.id, di Jakarta, Rabu, memperlihatkan bahwa dari dalam negeri, diperkirakan investor akan menunggu rilis data ekonomi seperti inflasi dan indeks keyakinan konsumen. Ekonom SSI memperkirakan inflasi akan cenderung rendah sehingga membuat adanya potensi penurunan suku bunga kembali di bulan Juli ini. “IHSG kami perkirakan akan bergerak menguat namun terbatas, menunggu data-data ekonomi tersebut. Pagi ini Nikkei dibuka naik 0,23% dan Kospi 1,01%,” demikian tertera.
Bursa saham Amerika pada perdagangan semalam ditutup menguat. Dow jones naik 0,85%, S&P500 1,54% dan Nasdaq 1,87%. Penguatan bursa di akhir 1H20, selain akibat aksi window dressing di penghujung kuartal, juga didukung berbagai faktor. Salah satunya, Menteri Keuangan AS, Steve Mnuchin yang menyatakan ekonomi AS cukup kuat untuk pulih dari pandemi Covid-19.
Serta ada harapan pada beberapa penelitian vaksin yang menunjukan hasil tes yang positif. Selaain, stimulus yang diberikan pemrintah juga membuat bursa Amerika mengakhiri 2Q20 dengan penguatan yang cukup tinggi.
Fotographer: Rendy MR
