TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan

Agus Haryanto
2 July 2020 | 09:00
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi harga saham di Bursa Efek Indonesia. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga sesi perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia diestimasikan bergerak menguat.

Demikian hasil riset harian dari daily research report, dalam laman samuel.co.id, di Jakarta, hari ini.

Digambarkan, pasar saham Amerika bergerak mixed memasuki semester II/2020. Rilis data ISM Manufacturing PMI per Jun-20 tercatat naik menjadi 52,6 (May-20 43,1; cons 49,5). DJIA berkurang 0,3% ke level 25,734, S&P500 bertambah 0,5%, dan Nasdaq 0,95%. Sementara bursa Eropa ditutup sedikit naik di tengah sentimen berita akan adanya potensi vaksin covid-19 dari Pfizer bekerja sama dengan perusahaan Jerman BioNTech. DAX Frankfurt minus 0,41%, FTSE London 0,19%, dan CAC Paris 0,18%.

Berita dari regional adalah rilis data Caixin Manufacturing PMI China per Jun-20 yang tercatat naik menjadi 51,2 (May-20 50,7; cons 50,5). Indeks EIDO plus 1,33% dan IHSG Rabu ditutup 0,18% menjadi 4,914 dengan penopang saham BBCA, ARTO dan BBRI.

Net sell asing pada pasar regular mencapai Rp 253,7 miliar. Saham dengan nilai net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak TLKM (Rp 127,2 miliar), BBNI (Rp 76,6 miliar), dan TKIM (Rp 24,6 miliar), sementara net buy asing dicatatkan BBCA (Rp 149,4 miliar), INDF (Rp 22,2 miliar), dan TOWR (Rp 19,3 miliar).

Berita domestik terkini adalah Inflasi Indonesia per Jun-20 yang naik 1,96% yoy atau 0,18% mom (May-20 2,19% yoy/0,07% mom; cons 1,84% yoy/0,02% mom).

“Berdasarkan estimasi economist SSI, dengan rendahnya inflasi Juni, BI berpeluang menurunkan tingkat suku bunga kembali sebesar 25 bps ke level 4% pada RDG BI 15-16 Juli mendatang. Sementara itu data Tourist Arrival atau tingkat kedatangan pengujung ke Indonesia per May-20 turun 86,9% yoy (Apr-20 minus 87,4% yoy) menjadi 163 ribu sebagai efek pandemi. Kami menilai optimisme pasar melihat rilis data ekonomi global dan regional berpotensi mendorong pergerakan market hari ini,” demikian tertera.

BACA JUGA:   Sari Roti Buy Back Saham, Maksimal Rp 480 Miliar

Fotographer: Rendy MR

Previous Post

BRI Salurkan Subsidi Bunga KUR ke 214 Ribu Nasabah

Next Post

IHSG Terdongkrak 13,72 Poin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR