HK Upayakan yang Terbaik dalam JTTS

Penulis Albarsyah

Jakarta, TopBusiness – PT Hutama Karya (Persero) (HK) saat ini tengah melakukan upaya terbaiknya dalam menjalankan proyek penugasan yang diamanahkan oleh pemerintah yakni pembangunan dan pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 2.765 KM yang terbentang dari Lampung hingga Aceh.

 JTTS merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang pembangunannya menjadi prioritas pemerintah Indonesia.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, pada hari ini, Rabu (1/07/2020) kemarin, Direktur Utama HK, Budi Harto, menegaskan tentang pencairan hutang Pemerintah kepada Badan Usaha Jalan Tol terkait pengadaan tanah yang didanai Badan Usaha terlebih dahulu, menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini Hutama Karya masih memiliki piutang kepada pemerintah sebesar Rp 1,882 triliun yang merupakan dana talangan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum dalam rangka pelaksanaan proyek strategis nasional.

“Hingga saat ini terdapat piutang ke negara yang masih outstanding sebesar Rp 1,882 triliun yang kami gunakan untuk talangan pengadaan tanah pembangunan JTTS sejak tahun 2016 hingga 2020.” Tegas  Budi dihadapan Dewan di Senayan.

Budi menjelaskan bahwa realisasi dana talangan tanah ini sebesar Rp 8,016 triliun, namun pemerintah sudah melakukan pembayaran sebesar Rp 6,134 triliun. Sedangkan sisa senilai outstanding ini ada yang sudah diverifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan & Pembangunan (BPKP) namun belum dibayarkan oleh pemerintah yakni sebesar  Rp 495 miliar, dan sisanya sebesar Rp 1,388 triliun masih dalam proses verifikasi BPKP.

Merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) No. 66 tahun 2020 tentang Pendanaan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, maka pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR) oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk pengadaan tanah JTTS dapat menggunakan dana Badan Usaha terlebih dahulu dalam hal ini Hutama Karya.

Selanjutnya BPKP akan melakukan verifikasi dokumen, dan melakukan penagihan ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan selanjutnya LMAN akan melakukan pembayaran ke Hutama Karya.

“Tentu kami sangat berharap bahwa piutang kami ini kepada pemerintah dapat segera di bayarkan. Dana tersebut dapat kami gunakan untuk mempercepat pembangunan ruas-ruas tol trans sumatera lainnya.” harap Budi dalam keterangan resmi yang diterima redaksi Top Business.id.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang ±588 KM dengan 368 KM ruas tol yang telah beroperasi secara penuh. Ruas tol tersebut yakni ruas Medan – Binjai seksi 2&3 (17 KM), ruas Palembang – Indralaya (22 KM), ruas Bakauheni – Terbanggi Besar (140 KM), ruas Terbangi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 KM).

Hutama Karya terus memberikan upaya terbaiknya dalam membangun Jalan Tol Trans Sumatera, sehingga ruas-ruas yang masih dalam tahap konstruksi dapat rampung sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh perusahaan.

Adapun di tahun 2020, Hutama Karya menargetkan penyelesaian pembangunan JTTS agar terus berlanjut untuk beberapa ruas prioritas diantaranya adalah ruas tol Pekanbaru – Dumai sepanjang 131 km dimana progress konstruksi sudah mencapai 97% secara rata-rata, disusul ruas tol Sigli – Banda Aceh seksi 4 Indrapuri – Blang Bintang sepanjang 13,5 km dengan progress konstruksi telah mencapai 99%, serta terakhir ruas Medan – Binjai seksi 1 Tanjung Mulia – Helvetia sepanjang 6 km yang ditargetkan selesai pada pertengahan tahun mendatang.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar