JAKARTA-businessnews.id: Industri logistik harus terus ber inovatif. Pemanfaatan kemajuan teknologi ICT sudah menjadi keharusan agar dapat memberi kepastian dan menekan biaya akan berdapampak pada produk nasional.
Prospek bisnis logistik di Indonesia ini sangat besar sekali dengan Gross 12 persen dengan potensi pendapatan 400 triliun. Dan untuk tahun 2016 potensi pendapatan diperkirakan Frost & Sulivan dengan angka 1.800 triliun atau 16 persen. Semua lini bisnis logistic di Indonesia sangat prospektif sekali dan memberikan potensi besar dalam bisnis yang sangat menjanjikan. Lini bisnis logistic ini pada Cargo, kurier dan juga mendatang bisnis online juga akan menjadi besar pula.
Di Jabodetabek bisnis kurier sangat besar sekali pasarnya, bagi pemain dibisnis kurier ini sangat memberikan prospek yang sangat potensial sekali.Salah perusahaan kurier dengan kondite terbaik PT JNE dapat meraup penghasilan bersih perusahaan kurier ini selama tahun 2014 sebesar Rp 2,5 triliun dan tahun 2015 ini PT JNE menargetkan penghasilan bersihnya (Revenue) sebesar Rp 3,5 triliun, demikian keterangan Zaldy Ilham Masita, ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) pada acara launching forklift Demag, di Jakarta.
Zaldy Ilham Masita mengatakan, potensial binis logistic Indonesia ini, sangat terbuka pada seluruh lininya, apakah itu untuk Projek Logistik. Pada line ini sangat memberikan prospek sekali pada berbagai proyek-proyek infrastruktur dan juga pada industry pertambangan, minyak dan gas.
Juga pada industry perkebunan, apakah itu kelapa sawit dan produk perkebunan lainnya.Dan juga pada berbagai indusri lainnya dengan pertumbuhannya sangat besar juga.Seperti Mining Logistik sangat besar sekali pasarnya, karena indutri pertambangan di Indonesia sangat tumbuh dan besar pula.
Belum lagi permintaan Fresh Logistik juga terbuka dengan sangat luas sekali.Indonesia sebagai Negara penghasil produk perikanan yang sangat besar. Tentunya permintaan akan produk-produk perikanan dan sejenisnya untuk kebutuhan dalam negeri dan untuk export pun sangat tinggi. Disini diperlukan peran industry Freh Logistik dalam mendistribusikan produk perikan tersebut antar pulau dank e luar negeri, tegas Zaldy.
Juga Speciaalized Logistik, lanjut Zaldy. Pada specialized logistic ini biasanya mitranya pada industry farmasi dan kesehatan. Dimana perusahaan tersebut sangat memerhatikan sekali standar safety yang diacu kepada Kementerian Kesehatan, seperti standar Cara Pembuatan Obat Baik (CPOB).
Dikatakan, prospek di bisnis dibidang online juga sangat terbuka dengan sangat lebar sekali. Dimana dengan perubahan pola berbelanja masyarakat saat ini melalui media on line atau yang lebih trend disebut dengan e-business. Ini salah satu pasar potensial pula bagi pengusaha logistik untuk dapat mengarap pasar ini yang sangat menjanjikan ini, tegas Zaldy.
Dibalik prospek bisnis logistik, tak sedikit pula tantangan dan permasalahan yang dihadapi kalangan industry logistik di Indonesia tentunya.Menurut Zaldy sebagai ketua ALI menyatakan, bahwa kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) kita masih sangat rendah sekali dan sangat terbatas sekali SDM yang sangat baik itu.
“Sangat berbeda sekali dengan Thailand, di sini kita bisa banyak menemukan tenaga kerja yang trampil.Di Thailand ini ada 16 perguruan tinggi yang membuka jurusan logistic, sementara di Indonesia, tak ada satupun, ini salah satu permasalahan kita,” jelas Zaldy sambil menambahkan perusahaan logistik kita belum menerapkan ICT (Information, Communication, Technology).
Sementara di China dan Tiongkok perusahaan logistic untuk pengecekkan barang di warehouse mereka sudah mengunakan Cloud.Padahal ICT ini sangat membantu sekali bagi perusahaan logistic.Untuk mengetahui keadaan cuaca di laut, denga ICT ini kita bisa memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada pelangan.Lantas pelangan juga bisa mengatur jadwal produksi mereka. Lantas juga bisa menekan biaya tegas, Zaldy.
Namun Zaldy menegaskan bahwa kalau industry logistic itu akan kuat harus focus pada pasarnya dan kuasai region pasarnya dengan konsisten. Jangan lompat-lompat.Misalkan sebuah perusahaan tertentu besar di Sumatera Utara, lantas dikelolah terus region pasar tersebut sampai seluruh pasar Sumatera Utara ini sudah terpegang semuanya. Kalau sudah menjadi besar, maka untuk mengembangkan pasar sebaiknya berkolaborasi dengan perusahaan di wilayah lain untuk dapat menguasai pasar region lainnya, ujar Zaldy. (albarsah)