
JAKARTA-businessnews.id: Volume perdagangan Indonesia dengan negera negera Afrika yang berjumlah 54 masih minim. Sebab pada tahun lalu nilai ekaport Indonesia menuju Negera Afrika hanya mencapai 10,7 miliar Dollar Amerika Serikat. Bandingkan dengan Republik Rakyat Tiongkok dengan niali Ekports 200 Miliar Dollar Amerika Serikat.
Padahal Potensi untuk memasuki pasar 54 pnegera Afrika masih terbuka lebar, Menurut Ketua Umum Kadin ( kamar Dagang dan Industri Indonesia ), Suryo Bambang Sulisto menyabutkan karena nilainya masih kecil tersebut maka masih bisa ditingkatkan dua kali dari nilai saat ini. “ Kita harus lebih ekspansif melihat pasar Afrika,” ujarnya di Jakarta, rABU (23/4).
Ia menambahkan, pasar Afrika yang dimaksud adalah negera negera yang tergolong ekonomoc emerging market seperti Afrika Selatan , Nigeria, dan negera negera Afrika utara.” Afrika selatan itu GDP ( gross Domestic Productnya ) telah mencapai 6000 dollar Amerika serikat merupakan pasar yang potensial, begitu juga Nigeria dengan jumlah penduduk mencapai 170 juta” ungkap dia.
Ia menargetkan volumen perdagangan Indonesia ke Afrika bisa meningkat sekitar 80 persen dalam kurun tiga tahun mendatang. Untuk itu ia mendorong pemerintah untuk mengurangi hambatan perdagangan, mendorong fasilitasi perdagangan dan meningkatkan perdagangan jasa serta meningkatkan perdagangan langsung antara negera negera Afrika dan Indonesia.” Selama ini banyak dilakukan melalui pihak negara ketiga,” ujarnya. (azis)