Jakarta, TopBusiness – PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung atau JIEP mempunyai rencana dan strategi hingga 20 tahun ke depan dalam rangka keberlangsungan bisnis atas dasar penerapan governance, risk and compliance (GRC)
“Kawasan industri ini mau dibawa ke mana? JIEP itu ke depan mau ngapain. Karena kalau tadi kita bicara dengan tema yang diajukan oleh tim dari Top business atau GRC untuk sustainabilitas ke depan, maka kami mempunyai sebuah plan sampai ke 20 tahun ke depan,” kata Corporate Secretary, Puriwati, dalam sesi presentasi materi dalam ajang penjurian TOP GRC Awards 2020 secara virtual, di Jakarta, hari ini.
Menurut Puri, keberlangsungan bisnis perseroan sudah menjadi komitmen dari jajaran direksi dan keseluruhan manajemen. “Memang kalau kita bicara periode BoD ini. Direksi itu 5 tahun. Kalau berpikir 5 tahun yah tak akan jadi sustainabilitas. Ini saya menyuarakan manajemen. Tapi mereka berpikir ke depan 20 tahun. Jadi mereka menetapkan suatu fondasi, dimana memang itu untuk perusahaan ke depan. Siapapun yang duduk, ketika kita sudah menempatkan suatu fondasi yang kuat, mereka adalah penerus di dalam pengembangan konsep itu,” paparnya.
Perseroan memiliki roadmap 20 tahun portofolio bisnis yang dibagi beberapa fase. Fase I (2019-2023) yaitu building the foundation through capital strengthening. Fase II (2024-2028) yaitu accelerating growth through land extensification. Fase III (2029-2033) ialah exponential growth dan Fase IV (2034-2038) becoming sustainable integrated developer.
Perseroan tengah menapaki fase 1 (2019-2023) atau masuk dalam kategori rencana jangka pendek. “Yang jangka pendek itu, adalah revenue Rp 1 triliun di 2023. Diharapkan di tahun 2023 diharapkan ada revenue Rp 1 triliun,” tuturnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, perseroan telah menetapkan fondasi awal dari sisi permodalan dalam artian melakukan fund raising untuk memenuhi kebutuhan ekuitas dalam rangka pengembangan proyek dan bisnis.
Selain, organisasi dan sumber daya manusia yakni melakukan transformasi organisasi dan peningkatan pengelolaan talent.
Dikatakan Puri, pihaknya mempunyai strategi dalam menciptakan nilai nominal hingga Rp 1 triliun yaitu melalui core strategy. Core strategy, seperti, melakukan diversifikasi produk property yang mencakup industrial, commercial, dan residential. Kemudian, melakukan perdagangan bahan baku material dan melakukan perbaikan strategi marketing.
“Kemana sih sebenarnya pendapatan dalam jangka panjang? Karena kami sudah punya yang namanya rencana remaster plan. Ini pekerjaan yang cukup besar yang kita tetapkan dalam fondasi RJPP tahun 2019 ini. Yang tentunya, ini tak mungkin ini bisa tercapai 1-2 tahun bahkan 5 tahun. Ini kita susun dalam periode waktu yang 20 tahun portopolio bisnis JIEP ke depan,” ungkap dia.
Karenanya, perseroan tak segan-segan untuk menerapkan prinsip-prinsip GRC guna mewujudkan keberlangsungan bisnis ke depannya. “Nah nanti bagaimana membawa perusahaan ini ke dalam hal praktik-praktik mengimplementasikan GRC supaya perusahaan ini tetap smooth di dalam pelaksanaannya baik dari sisi kepatuhannya. Kemudian dari sisi GCG nya dan tentu saja mengantisipasi ataupun memitigasi semua risiko,” pungkasnya.
