TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Menguat

Agus Haryanto
15 July 2020 | 09:00
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan mengalami penguatan. Pasalnya, indeks komposit Jakarta ini mengikuti langka gerak bursa saham global.

“Kami memprediksi IHSG berpeluang menguat mengikuti pergerakan bursa global serta menanti data ekonomi. Salah satunya adalah neraca perdagangan yang akan dirilis hari ini, dimana pada bulan sebelumnya, Indonesia mencetak neraca perdagangan yang surplus USD 2,09 miliar. Pagi ini, Nikkei dibuka menguat 1,31% dan Kospi naik 1,39%,” demikian tersurat dalam riset harian samuel sekuritas Indonesia, di Jakarta, Rabu.

Sekedar mengingatkan bahwa bursa saham Amerika pada perdagangan semalam ditutup naik. Dow 2,13%, S&P500 1,34% dan Nasdaq 0,94%. Bursa saham menguat setelah mendapat beberapa sentimen positif. Pertama, kasus baru Covid-19 di Florida tercatat lebih rendah dari rata-rata 7 hari terakhir, yang menimbulkan indikasi kurva orang yang terpapar wabah ini sudah mereda.

Yang kedua datang dari Perusahaan Biotech Modena, yang melaporkan perkembangan vaksin virus Coronanya. Dalam perkembangan terakhir, Modena mengklaim vaksin buatan mereka mampu menghasilkan imunitas yang kuat terhadap semua partisipan yang berjumlah 45 orang. Ke-45 orang tersebut menghasilkan antibodi penawar. Setiap pasien dalam uji klinis tersebut diberi dosis 25, 100, atau 250 mikrogram, dan mendapat 2 kali dosis. Dan vaksin tersebut diklaim tidak memberikan efek samping.

Namun sentimen negatif datang dari situasi politik antara AS dan China yang kembali memanas. Presiden Trump menandatangani undang-undang yang memberikan sanksi kepada China yang dianggap mengganggu otonomi Hongkong. Selain itu juga menyatakan Hong Kong akan diberlakukan sama seperti China daratan dengan memberikan tarif impor sama seperti di China.

BACA JUGA:   Tertarik Investasi di Sukuk Ritel, Ini Keunggulan SR015 yang Ditawarkan Mandiri Sekuritas
Previous Post

Bank Kalsel Ganti Tagline Jadi ‘Setia Melayani, Maju Bersama’

Next Post

Indeks Komposit Jakarta Ikuti Gerak Wall Street

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR