Jakarta, TopBusiness – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatatkan layanan bongkar muat completely built up (CBU) mulai beranjak naik, seiring dengan dibukanya kembali aktivitas perekonomian. Tercatat terjadi kenaikan 23,22 persen dari 8.131 unit CBU di bulan Mei 2020 menjadi 10.019 unit CBU hingga akhir Juni 2020.
Sekretaris Perusahaan Indonesia Kendaraan Terminal Sofyan Gumelar mengungkapkan, jumlah tersebut, sebanyak 8.601 unit merupakan CBU ekspor yang naik 28,55 persen secara month on month (mom) dibanding Mei 2020 sebanyak 6.691 unit dan sebanyak 1.418 unit merupakan CBU import yang lebih rendah 1,53 persen MoM dibanding Mei 2020 sebanyak 1.440 unit CBU.
Sofyan menjelaskan, pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat sejumlah pabrik manufaktur produksi kendaraan kembali beroperasi meski belum sepenuhnya dalam kapasitas penuh. Hal tersebut seiring masih adanya anjuran terkait protokol kesehatan di tempat kerja.
“Dengan adanya pelonggaran tersebut, mulai adanya kegiatan produksi kendaraan yang diikuti dengan adanya permintaan akan kendaraan setelah dibukanya kembali sejumlah negara tujuan ekspor kendaraan, dari yang sebelumnya di-lockdown sehingga memberikan imbas positif pada kegiatan logistik pengantaran hingga penumpukan kendaraan di lapangan perseroan,” kata Sofyan dalam keterangan resminya, Rabu (15/7/2020).
Sementara itu, untuk segmen alat berat termasuk truk dan bus masih cenderung turun. Pada Juni jumlah alat berat yang ditangani di lapangan tercatat turun 46,83 persen secara mom, menjadi 335 unit dari senbelumya 630 unit pada Mei 2020. Sebanyak 178 unit alat berat merupakan impor, dari sebelumnya tercatat 170 unit pada Mei 2020, atau turun 4,71 persen untuk segmen alat berat impor.
Sedangkan 157 unit merupakan ekspor dari sebelumnya tercatat 460 unit pada Mei 2020, atau turun 65,87 persen mom. Sedangkan pada segmen Sparepart, di bulan Juni 2020 terjadi penurunan 72,90 persen dari 5.537 M3 di bulan Mei 2020 menjadi 1.501 M3. Secara akumulasi sepanjang semester I, penanganan bongkar muat kendaraan CBU di Lapangan Internasional masih lebih rendah 26,58 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar .
Untuk segmen CBU, sepanjang enam bulan pertama di tahun ini ditangangi 124.734 unit CBU atau lebih rendah 26,58 persen (YoY) dibandingkan Direktur Utama Indonesia Kendaraan Teriminal Ade Hartono mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun lalu kondisi penanganan bongkar muat kendaraan masih lebih rendah namun, secara bertahap di bulan Juni ini berbarengan dengan fase New Normal mulai terlihat adanya perbaikan.
“Kami harapkan kondisi produksi pabrikan manufaktur otomotif kian pulih yang diikuti dengan meningkatnya permintaan sehingga dapat berimbas positif pada kinerja IPCC,” jelas Ade. Ia menambahkan, dari sisi kesiapan lapangan penumpukan, perseroan tetap beroperasi normal dengan mendukung ketersediaan layanan bongkar muat maupun pengantaran kendaraan, baik dari luar pulau maupun luar negeri.
