
Jakarta — Capital gain unit rumah di kawasan Bintaro Jaya, Serpong, Propinsi Banten, mencapai 30% sampai 50% per tahun, dalam dua tahun terakhir. Adapun untuk area di luar kota mandiri tersebut di kisaran 20% per tahun. Principal Century 21 Prima, Gatot Saharso, mengatakan hal tersebut di Jakarta hari ini.
Gatot, dalam keterangan pers yang dikeluarkan Rumah.com, mengatakan bahwa perkembangan Bintaro tak terlepas dari mekarnya properti di Bintaro Jaya. Tak dapat dipungkiri, Bintaro Jaya yang memiliki fasilitas lengkap menjadi lokomotif properti di kawasan ini sekaligus men-drive harga. Eskalasi harga properti di Selatan Jakarta ini juga makin masif, lantaran pasokan yang terbatas sementara permintaan terus bertambah.
Properti di Bintaro terus berkembang seiring dengan bertambahnya fasilitas yang dibangun, seperti Mal Bintaro Xchange, Jalan Tol Bintaro-Ulujami-Kebon Jeruk, dan Jalan Boulevard Kebayoran.
Menyoal harga, hunian kawasan di luar Bintaro Jaya tidak semahal di Bintaro Jaya. “Harga berkorelasi dengan jarak antara hunian dengan Bintaro Jaya. Pasaran rumah baru di dekat Bintaro Jaya berkisar 70% sampai 80% dari harga rumah di Bintaro Jaya dengan tipe yang sama,” kata Gatot.
Harga tanah di Bintaro pun terlihat merangkak naik. Di Bintaro Jaya, harga tanah berkisar Rp 7 juta sampai Rp 15 juta per meter persegi; sedangkan di luar Bintaro Jaya berada di kisaran Rp 2 juta sampai Rp 5 juta per meter persegi. (DHIT/DHIT)