JAKARTA-businessnews.id: Otoritas jasa keuangan tengah mengkaji pembukaan pasar modal lapi kedua. Hal itu di pandang penting untuk menampung pelaku usaha berprospek namum mengalami kesulitan dalam mendapatkan modal.
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Firdaus Djaelani, menyampaikan bahwa perusahaan modal ventura saat ini mengalami penurunan dengan ditandai dengan merosotnya jumlahnya. “ Tadinya ada 100-an namum saat ini haya tinggal 60 saja yang aktif,” ujarnya di Jakarta, Senin kemarin.
Ia menambahkan,hal itu disebabkan perusahaan modal ventura kesulitan mendapatkan dana murah dalam membiayai usahanya. Untuk itu, pihaknya tengah mengkaji pembentukan pasar modal lapis kedua sebagai sumber pendanaan perusahaan modal ventura.
”Dulu kita mengenal Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, dimana Bursa Efek Surabaya guna menampung pengembangan perusahaan yang baru memulai usahnya. Sehingga tidak menutup kemungkinan adanya pasar modal second layer untuk perusahaan modal ventura,” ujarnya .
Wakil Ketua Umum Kadin ( Kamar Dagang dan Industri Indonesia ) bidang Perbankan, Roslan Roslani menyatakan pembentukan pasar modal lapis kedua memang diperlukan namum untuk modal ventura masih terdapat pilihan lain para investor. “Misalnya dijual kembali kapada pemakrasa, ke invesotr lain, dan ke publik,” ungkapnya. (azis)