Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga akhir perdagangan Senin (20/07/2020) di Bursa Efek Indonesia diestimasikan masih akan berada di zona negatif.
“Sementara pagi ini Nikkei dan Kospi bergerak flat. IHSG kemungkinan masih akan bergerak flat dengan kecenderungan melemah hari ini,” demikian tersebut dalam riset harian samuel sekuritas Indonesia dalam website samuel.co.id, di Jakarta.
Pasar Amerika bergerak flat di hari Jumat pekan lalu di tengah perdagangan yang lebih tipis dari biasa. S&P 500 naik tipis 0,28%, membukukan kenaikan mingguan sebesar 1,27%. Sementara Dow turun tipis 0,23%, walaupun masih menguat 2,2% secara mingguan. Sementara Nasdaq ditutup menguat tipis 0,28%, walaupun tertekan oleh penurunan harga saham Netflix sebesar 6,5%. S&P 500 dan Dow juga mencatatkan kenaikan mingguan ketiga kalinya secara berturut-turut. Namun disisi lain, Nasdaq mencatatkan penurunan mingguan pertama kali dalam 3 minggu terakhir.
Sementara ditengah masih meningkatnya kasus positif Covid-19, data Consumer Sentiment Index dari Universitas Michigan menunjukkan penurunan ke level 73.2 untuk bulan Juli dibandingkan 78.1 di Juni dan consensus pada level 79.
Sementara itu pada hari Jumat lalu, IHSG ditutup turun 0,37% ke level 5.079,6. Investor asing juga mencatatkan net sell pada pasar reguler sebesar Rp 518,9 miliar dan net buy pada pasar negosiasi Rp 118,4 miliar di tengah rupiah yang berada di level Rp 14.703 per USD. Penurunan suku bunga BI sebesar 25bps dan surplus neraca perdagangan Juni sebesar USD 1,27 miliar di hari Kamis sebelumnya belum mampu mendorong IHSG ke level yang lebih tinggi.
Harga CPO masih dalam trend menguat dan naik 3,9% ke level RM 2.650/MT.
Foto: Rendy MR
