TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pesona Tomat Beef, Petani Lembang Menekan Impor

Albarsyah
27 July 2020 | 10:14
rubrik: Ekda
Pesona Tomat Beef, Petani Lembang Menekan Impor

Jakarta, TopBusiness – Untuk mengurangi kebutuhan tomat impor berjenis Tomat beef, kelompok tani muda dan mandiri asal Cibodas Lembang, Bandung Barat menanam varitas tomat berkualitas impor.

Tomat beef ini biasanya digunakan untuk konsumsi kebutuhan restoran cepat saji di sejumlah kota besar di Indonesia. Kelompok tani yang melakukan penamaman Tomat beef di Lembang, Bandung Barat ini, diprakarasi kelompok tani Macakal.

Menurut Ketua kelompok tani Macakal, Triana Atri, kelompok tani nya telah menaman Tomat beef ini sudah sejak 3 tahun lalu. Masa tanam tomat sendiri, 75 hari dengan sistim tumpang sari. “Tomat beef kualitas import kami tanam untuk memenuhi kebutuhan tomat, yang selama ini masih kita impor,” kata Triana Atri.

Triana Antri yang juga petani sukses mengekspor baby bunchis ke Singapura, optimis, suatu saat tomat beef lokal dapat menekan dan mengurangi impor tomat. “Diawal kelompok tani kita masih menanam di lahan 1 hektar dan berhasil,” Ungkap Antri.

Menurut Antri, Tomat Beef ini merupakan tomat pelapis untuk burger dan biasa disajikan di restoran cepat saji terkenal di tanah air. Harga jual Tomat Beef senilai 14 ribu per kilogram dengan kualitas premium dan eksklusif.

“Kita coba dengam sayuran-sayuran eksklusif dengan standar harga jual kualitas terbaik,” kata Antri yang biasa dipanggil ke berbagai daerah untuk memotivasi petani modern.

Kondisi wabah Covid-19 ini, menurutnya, petani Lembang secara umum berdampak, terkait harga jual namun petani Lembang masih bisa bertahan. “Tidak terlalu terpukul meski ada dampaknya,” kata Triana Antri.

BACA JUGA:   Direksi Tak Sanggup Sehatkan Bank, OJK Cabut Izin BPR Bank Jepara Artha (Perseroda)
Previous Post

Hutama Karya Lakukan Penandatanganan Amandemen PPJT

Next Post

Pengguna KRL Sudah Beradaptasi dengan New Normal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR