Bangun RS BUMN, Wika Gedung Diganjar Rekor MURI

Penulis Busthomi

Jakarta, TopBusiness – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) pada hari ini, Selasa (28/7/2020) memperoleh dua penghargaan rekor yang dicapai dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pelaksana/kontraktor dua proyek Rumah Sakit (RS) Rujukan Covid-19 milik PT Pertamina (Persero).

Rekor pertama sebagai Pelaksana Alih Fungsi RS BUMN menjadi RS Rujukan Covid-19 Tercepat (RS Pertamina Jaya Jakarta). Dan rekor kedua, sebagai Pelaksana Pembangunan RS BUMN Rujukan Covid-19 Modular dengan Ruang Rawat Inap Terbanyak (RSPP Extension COVID-19 Simprug Jakarta)

Atas pemecahan dua rekor ini, kata Direktur Utama WEGE Nariman Prasetyo, perseroan meraih penghargaan dari Museum Rekor – Dunia Indonesia (MURI). Piagam Penghargaan MURI dengan Nomor 9553/R.MURI/VII/2020 dan Nomor 9552/R.MURI/VII/2020 tanggal 22 Juli 2020 diumumkan dan diserahkan secara simbolis oleh Senior Manager MURI Awan Rahargo kepada Manajer Divisi Konstruksi 1 Kurniawan Prabawayudha di Best Western Premier The Hive Jakarta, Selasa(28/7).

“Apresiasi ini merupakan Kontribusi WEGE dalam mendukung program pemerintah yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/169/2020 tentang Penetapan Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu,” ujar Nariman.

Untuk diketahui, kinerja WEGE sendiri di tengah pandemi ini masih positif. Hingga kuartal I-2020, laba bersih WEGE sebesar Rp82,88 miliar. Kinerja positif ini berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31 Maret 2020 (unaudited). Laba bersih tersebut berarti naik 6,64% (yoy) dari capaian laba bersih di periode yang sama tahun lalu Rp77,71 miliar.

Peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan lainnya pada laba ventura bersama yang mengalami peningkatan sebesar Rp2,86 miliar atau tumbuh 20,69% (yoy) dari Rp13,81 menjadi Rp16,67 miliar pada kuartal I-2020.

Adapun, kas dan setara kas per 31 Maret2020 sebesar Rp877,04 miliar, total ekuitas senilai Rp2,24 triliundan total aset sebesar Rp5,96 triliun.

Menurut Direktur Keuangan Syailendra Ogan menambahkan, pencapaian ini didasari pada komitmen untuk fokus pada peningkatan laba perusahaan, salah satunya melalui pengelolaan keuangan. “Terutama biaya dengan baik serta mampu mengendalikan kontrak-kontrak yang diperoleh melalui efisiensi pengendalian secara berjenjang dan sentralisasi,” tegas Syailendra.

Foto: Istimewa

BACA JUGA

Tinggalkan komentar