Bantu Pemulihan Ekonomi, Praktisi CSR Nasional Luncurkan LSD

Penulis Nurdian Akhmad

Jakarta, TopBusiness – Para praktisi di bidang tanggung jawab sosial perusahaan alias CSR pada Rabu (29/7/2020) meluncurkan kembali LSD atau Leader Forum for Sustainability Development. Peluncuran LSD ini dilakukan di sela acara TOP CSR Awards 2020 yang digelar oleh majalah Top Business bekerjasama dengan beberapa Asosiasi dan Konsultan CSR di Grand Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta.

Ajang TOP CSR Awards 2020 dihadiri sekitar 300 orang yang mewakili perusahaan-perusahaan finalis TOP CSR Awards 2020 mulai komisaris, direktur utama, dewan direksi, manajer dan para staf atau tim CSR. Beberapa pejabat dan tokoh juga hadir dalam acara yang digelar mengikuti protokol kesehatan Covid-19 ini antara lain Wakil Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan RI, Alue Dohong, Dirjen Pembagunan Daerah Tertinggal – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, & Transmigrasi RI  Samsul Widodo.

Hadir pula Menteri Kehutanan RI (2000–2001)  dan Menteri Pariwisata, Seni & Budaya (1998-1999) dan Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Kepala BKPM (1999) Marzuki Usman, Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi Irjen Pol (Pur) Dr Bibit Samad Riyanto, Ketua Umum Lembaga Kajian NawaCita (LKN) Samsul Hadi, Ketua Umum Nawacita Sosial Initisatif (NSI) LetJen TNI (Purn) Ediwan Prabowo, Ketua Dewan Juri Mas Achmad Daniri, Ketua Panitia Penyelenggara M. Lutfi Handayani, MM.MBA, dan para dewan juri TOP CSR Awards 2020 lainnya.

M. Lutfi Handayani yang mewakili para inisiator LSD menjelaskan bahwa forum ini sebenarnya sudah pernah di-launching di acara TOP CSR Awards sebelumnya, namun digiatkan kembali sebagai bagian dari upaya untuk membantu mengatasi permasalahan bersama, terutama dalam mengatasi dampak Covid-19 dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Inisiator LSD ini adalah para dewan juri TOP CSR Awards.  Diharapakan kepada para pimpinan perusahaan, instansi dan lembaga bisa ikut bergabung dalam LSD ini untuk mendukung langkah-langkah besar dan berkolaborasi dalam program CSR untuk mengatasi permasalahan-permasalahan bersama yang ada di sekitar kita maupun yang menjadi arahan-arahan dari pemerintah,” ujar Lutfi dalam sambutan peluncuran LSD.

Dia menjelaskan, ada beberapa alasan dibentuknya LSD. Pertama, selama ini banyak dipahami bahwa CSR itu hanya bagian atau tugas dari divisi atau unit CSR, padahal filosofi CSR adalah tanggung jawab perusahaan atau tanggung jawab organisasi, di mana pimpinan tertinggi memiliki andil dan tanggung jawab yang besar atas dampak yang ditimbulkan dari aktivitas bisnis atau keputusan operasionalnya.

“Tentu melalui forum ini kita mengharapkan semakin meningkatnya kesadaran dari para pimpinan terutama dari top mangement bahwa CSR bukan hanya tanggung jawab dari divisi CSR atau PKBL maupun community development. Tetapi seharusnya adalah tanggung jawab pimpinan perusahaan atas dampak yang ditimbulkan,” tutur dia.

Yang kedua, menurut Lutfi, program-program dan kebijakan CSR selama ini lebih banyak dijalankan oleh perusahaan atau masing-masing perusahaan. Tentu impact ataupun hasil dari CSR itu tidak akan maksimal jika tidak dijalankan dengan cara kolaborasi atau bersinergi.

“Maka melalui forum ini, kita mewadahi agar tercipta sinergi dan kolaborasi CSR supaya memiliki impact yang lebih besar dan maksimal dalam mengatasi permasalahan bersama,” ujar dia.

Alasan ketiga dari launching LSD ini adalah CSR cenderung dianggap sebagai dana sosial untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat . Padahal dana tersebut adalah dana yg harus dipertanggungjawabkan oleh manajemen kepada pemegang saham. Sebab itu, CSR harus mendukung strategi bisnis perusahaan. 

“Dalam forum ini, kita ingin agar CSR bisa mendukung dan selaras dengan strategi bisnis perusahaan. Itulah latar belakang dibentuknya LSD ini. Mudah-mudahan LSD ini bisa berkembang pesat menjadi forum kerja sama untuk saling bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung pelaksanaan program CSR yang efektif dan berkualitas untuk mendorong peningkatan daya saing bisnis dan perekonomian nasional, menuju pembangunan yang berkelanjutan,” tutur Lutfi.

Peluncuran LSD ini ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh  M. Lutfi Handayani.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar