Jakarta, TopBusiness – Usai libur panjang Lebaran Idul Adha, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami koreksi seebsar 0,96%. Dengan begitu Indeks pun berada di posisi 5.100,24. Padahal sebelum libur panjang, Indeks sempat menguat ke level 5 149,63.
Kembalinya Indeks di zona merah ini disebut-sebut memang karena masih kuatnya sentiment negatif dari global. Isu beberapa negara yang mengalami resesi akibat pandemic covid-19, dan yang terbaru adalah Jerman dan Amerika Serikat membuat IHSG limbung.
Hal ini karena tak lepas dari banyaknya investor asing yang melepas saham mereka. Mengutip data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), di sesi pagi saja investor asing sudah melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp286 miliar di pasar reguler. Sehingga nilai transaksi hari ini telah menyentuh Rp985 miliar.
Terlihat, beberapa saham yang dibuang asing antara lain saham PT Bank Central AsiaTbk (BBCA) dengan jual bersih sebesar Rp 93 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang mengalami net sell hingga Rp 57 miliar.
Secara bersamaan, beberapa saham yang paling banyak dikoleksi asing di pagi ini adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan beli bersih sebesar Rp 15 miliar dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) yang mencatatkan net buy sebesar Rp 2 miliar.
Sebelumnya, analis pasar modal dari PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji Gusta menyebut, berdasarkan indikator, MACD, Stochastic dan RSI IHSG sejatinya masih menunjukkan sinyal positif. Apalagi di sisi lain, terlihat pola white closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG.
“Sehingga minimal, IHSG masih berpeluang menuju ke resistance terdekat. Di mana berdasar rasio fibonacci, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.097,14 hingga 4.975,54. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua berada di kisaran 5.172,37 hingga 5.233,17,” tandas Nafan, Senin (3/8/2020).
Nafan pun menyarankan beberapa saham yang patut di koleksi di hari ini yakni, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), ‘Sell on strength’ pada area 9700 – 10225, dengan target harga di level 9200. Resistance: 10525. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), ‘Akumulasi Beli’ pada area level 680 – 690, dengan target harga secara bertahap di level 750, 915, 1080 dan 1245. Support: 665.
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, ‘Akumulasi Beli’ pada area level 240 – 244, dengan target harga secara bertahap di level 264, 298, 378 dan 456. Support: 236 & 218. PT Timah Tbk (TINS), ‘Sell on strength’ pada area 760 – 795, dengan target harga di level 710. Resistance: 815. PT PP (Persero) Tbk (PTPP), ‘Akumulasi Beli’ pada area level 965 – 975, dengan target harga secara bertahap di level 995, 1095 dan 1195. Support: 950 & 920.
PT Wijaya Karya Gedung Tbk (WEGE) ‘Akumulasi Beli’ pada area level 190 – 194, dengan target harga secara bertahap di level 210, 240 dan 270. Support: 186 & 179. Dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, ‘akumulasi beli’ pad area 1160-1190 dengan target harga secara bertahap di level 1210, 1320, 1570, dan 1820. Support: 1130.
Foto: Rendy MR (TopBusiness)
