Jakarta, TopBusiness—Kepala Badan Pusat Statistik RI (BPS) RI, K. Suhariyanto, mengatakan di Jakarta hari ini bahwa untuk Juli 020, deflasi terjadi pada perekonomian Indonesia.
“Deflasi Juli, tercatat di 0.10%,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers melalui internet.
Dikatakannya, menurut pengeluaran, ada beberapa penyebab utama deflasi di Juli 2020 itu. Yaitu turunnya harganya bawang merah, transportasi udara, ayam ras, dan bawang putih.
Adapun komoditas yang harganya masih naik dan menghambat deflasi adalah: harga emas. Harga tersebut terus naik tajam serta mencapai puncak di hari-hari terakhir.
“Kenaikan harga emas ini terjadi di 80 kota. Dan tertinggi antara lain di Tarakan, Medan, dan Padang. Dengan kenaikan masing-masing 9%,” kata dia.
Suhariyanto pun menyebutkan bahwa daya beli masyarakat, pada saat ini, belum bagus. “Dan kita harus menaikkan daya beli masyarakat,” kata dia.
Foto: Rendy MR/TopBusiness
