Jakarta, TopBusiness – Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia saat ini, PT Bukaka Teknik Utama Tbk pada Selasa (4/8/2020), mengekspor 36 unit garbarata ke Thailand tanpa kendala.
“Kami melakukan proses pengapalan (shipping) 33 unit garbarata dan 3 unit workway ke Thailand dengan nilai ekspor US$ 7,5 juta atau sekitar Rp 120 miliar,” ujar Direktur Operasional PT Bukaka Teknik Utama Saptiastuti Hapsari di Dermaga Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) dalam keterangannya kepada media yang dikutip, Rabu (5/8/2020).
Selain Thailand, Bukaka tahun ini juga akan mengekspor garbarata ke Jepang. Sebelumnya, Jepang memesan 10 unit garbarata dan telah dikirim 5 unit pada Januari kemarin. Untuk 5 unit sisanya akan di ekspor pada semester II 2020.
Menurut Hapsari, perusahaannya juga telah mengekspor ke sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Brunai Darusalam, Myanmar Chili, serta Hongkong. Untuk tahun ini Bukaka menargetkan ekspor perusahaan mencapai 50 unit dengan nilai total sekitar Rp 200 miliar. Ia pun menyebutkan meski kondisi tengah pandemi saat ini, namun pemesanan garbarata mengalami peningkatan.
“Ahamduliah kondisi saat ini meski di tengah pandemi masih bagus, bahkan lebih banyak ekspornya di tahun ini dibandingkan tahun lalu. Tahun 2019 ekspornya sekitar 35 unit sehingga kenaikannya mencapai 20% untuk ekspornya,” terang Hapsari.
Menurut Hapsari salah satu penyebab kenaikan tersebut karena banyak bandara yang melakukan perbaikan memanfaatkan kondisi sepi dari penerbangan. Dengan penerbangan tidak sepadat biasanya, saat mereka comisioning untuk pemasangan itu tidak perlu menghentikan aktifitas di bandara. Ia pun berharap kedepannya ada insentif khusus dari pemerintah untuk semakin mendorong ekspor. Terutama ditengah kondisi pandemi saat ini untuk mendorong perekonomian.
Ia pun menegaskan telah menerapkan protokol kesehatan terhadap aktivitas ekspor Bukaka. Protokol itu dilakukan terhadap karyawan, maupun barang yang akan diekspor. Dalam kesempatan yang sama Vice President of Internasional Terminal Operation S. Joko menyatakan pihak pelabuhan siap untuk terus memberikan dukungan untuk mendorong ekspor. Pelabuhan tetap beroperasi setiap hari untuk terus menunjang perekonomian negara. Ia mengakui kondisi pandemi membuat produksi kendaraan dari pabrikan mobil menurun.
“Untuk penurunannya bisa mencapai 40% selama pandemi. Ini terasa sekali karena tujuan ekspor kendaraan tertinggi dapat dikatakan Filipina dengan 38% dan ketika adanya lockdown di Filipina dan Malaysia pada bulai Mei memberikan dampak kepada terminal,” ungkap Joko.
Meski begitu Joko optimistis kondisi ke depan akan membaik. Hal itu sejalan dengan kembali dibukanya pasar Filipina dan Malaysia. Ia berharap bulan depan kondisinya mulai membaik.
Dalam kesempatan yang sama, Vice President of Internasional Terminal Operation IKT S. Joko menyatakan pihak pelabuhan siap untuk terus memberikan dukungan untuk mendorong ekspor. Pelabuhan tetap beroperasi setiap hari untuk terus menunjang perekonomian negara. Ia mengakui kondisi pandemi membuat produksi kendaraan dari pabrikan mobil menurun.
“Untuk penurunannya bisa mencapai 40% selama pandemi. Ini terasa sekali karena tujuan ekspor kendaraan tertinggi dapat dikatakan Filipina dengan 38% dan ketika adanya lockdown di Filipina dan Malaysia pada bulai Mei memberikan dampak kepada terminal,” ungkap Joko.
Meski begitu Joko optimistis kondisi ke depan akan membaik. Hal itu sejalan dengan kembali dibukanya pasar Filipina dan Malaysia. Ia berharap bulan depan kondisinya mulai membaik.
