JAKARTA-businessnews.id: Perbankan dan Perusahaan Pembiayaan tengah mengkaji ulang pola kredit yang di peruntukan kepada sektor perikanan dan kelautan. Hal itu dilakukan sebagai langkah mitigasi risiko dan memahami karakteristiknya.
Menurut Direktur Utama PT BRI, Tbk Asmawi Sjam menyatakan bahwa perlu mengakji ulang pola kredit sektor perikanan dan kelautan terutama terkait dengan pola pembayarannya ,” Nelayan kan tidak setiap bulan menangkap ikan , sehingga perlu skim tersendiri untuk mereka,” ujarnya di jakarta, Kamis, 07 Mei 2015.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Suwandi Wiranto, bahwa perusahaa pembiayaan harus prudent dimana harus memastikan pembayaran dari nelayan, “ nah pembayaran mereka seperti apa “ ujarnya
Sampai saat ini pihaknya dari Asosiasi telah melakukan pembicaraan dalam kelompok kerja kelautan dan perikanan, dalam membahas pola pembiayaannya kepada mesin kapal, kapal kayu dan nelayan. “ Khusus untuk nelayan, kita pilih mereka yang telah pernah mendapatkan pembiayaan dari koperasi misalnya, “ ujarnya
Pembaharuan Pola kredit dan pembiayaan penting mengingat masih tingginya kredit bermasalah di sektor ini.walau menurut Kepala Eksekutif Pengawas perbankan,OJK Nelson Tampubolon menyampaikan dalam 5 tahun ini Non Performing Loan ( NPL ) sektor Perikanan dan kelautan memag menunjukan penurunan.
Dimana tahun 2011 mencapai 5,96 persen, 2012, 4,11 persen, 2013 turun menjadi 3,32 persen dan tahun 2014 menjadi 2,81 persen, “kalau dilihat dari trend penurunan maka perbankan telah mulai memahami sektor ini,” ujarnya (azis)