TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Yakin Kuasai Pasar 60%, Ini Langkah Efisiensi NIKL Saat Pandemi

Busthomi
7 August 2020 | 08:18
rubrik: Capital Market
Yakin Kuasai Pasar 60%, Ini Langkah Efisiensi NIKL Saat Pandemi

Jakarta, TopBusiness – Produsen tunggal produk tinplate, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) atau Latinusa telah menyiapkan beberapa strategi untuk bisa bertahan di tengah Pandemi Covid-19. Sekaligus juga untuk tetap bisa menguasai pangsa pasar (market share) yang di tahun ini ditargetkan bisa di atas 60%.

“Secara bisnis, strategi yang kita lakukan telah mampu menumbuhkan inovasi, efisiensi dan menurunkan biaya produksi,” ungkap Direktur Utama Latinusa, Jetrinaldi, dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Untuk itu, kata dia, pihaknya terus berupaya untuk memainkan peran strategis di Indonesia. sejauh ini, sebagai produsen tunggal di pasar domestik yang menguasai teknologi berkelas dunia, Latinusa terus meningkatkan peran strategis dalam mendorong perkembangan serta pertumbuhan industri tinplate nasional, termasuk mendukung berbagai industri produk konsumen di Tanah Air.

“Makanya, kami akan tetap mempertahankan dominasi pangsa pasar pada tahun ini di atas 60% khususnya untuk tinplate makanan dan minuman,” tandas Jetrinaldi.

Tinplate sendiri merupakan baja dengan ketebalan tertentu yang dilapis dengan timah. Saat ini, kapasitas produksi tinplate Latinusa kurang lebih sekitar 160.000 ton, sementara kebutuhan nasional lebih 200.000 ton. Sehingga untuk memenuhi pasokan sekitar 35% itu berasal dari impor.

Terkait efisiensi ini, lebih jauh dia menegaskan, perseroan akan terus mengoptimalkan pemakaian bahan baku, namun begitu tanpa mengurangi kualitas produk. “Kalau bicara efisiensi ya paling besar itu di [segmen] produksi karena timah sebagai bahan baku yang dibutuhak perusahaan. Pemakaian timah nantinya akan kita optimalkan. Intinya kita akan fokus menekan biaya produksi,” tutur dia.

Dengan langkah efisiensi tersebut, kata Jetrinaldi, pihaknya pun bakal memangkas alokasi belanja modal (capital expenditure) cukup besar, sehingga sampai akhir tahun hanya mampu direalisasikan sebanyak 25% saja. Semula, perseroan memproyeksikan anggaran capex sebesar US$4,8 juta tahun ini, namun karena pandemi dan dalam rangka efisiensi itu, dia meyakini hanya mampu terealisasi kurang dari 25% hingga akhir tahun.

BACA JUGA:   Pendapatan Capai Rp34,96 T, SIG Raup Laba Rp2,02 T di 2021

Alasan dia, ketidakpastian kondisi perekonomian sejak awal 2020 telah menekan industri tinplate nasional. Meski sepanjang semester I-2020, industri tinplate mengalami pelemahan akibat kondisi pandemi Covid-19, namun perseroan mampu bertahan dengan laba bersih di paruh pertama tahun ini senilai US$ 290 ribu dan laba komprehensif tahun berjalan sebesar US$308 ribu.

“Makanya kami melihat kondisi industri tinplate di awal semester II tahun ini sudah sedikit membaik. Trennya sudah mulai ada recovery,” kata Jetrinaldi optimis.

Dia berharap, pola recovery ekonomi di awal semester II-2020 bisa berlanjut hingga akhir tahun ini, sehingga kinerja keuangan NIKL bisa lebih baik dibanding pada enam bulan pertama di 2020. “Meskipun pertumbuhan (penjualan) di 2020 yang sebesar 10%, itu nampaknya masih akan sulit untuk tercapai. Namun kita berharap di semester II ini mudah-mudahan sudah membaik. Segala upaya akan kita lakukan agar penjualan kita baik,” tegasnya.

Sebagai informasi, hingga semester I-2020, volume penjualan Latinusa turun sebesar 3,85% dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun penurunan masih lebih rendah dibandingkan tingkat konsumsi nasional semester I-2020 sebesar 5,8%. Meski menghadapi kondisi sulit saat ini, Latinusa masih bertahan untuk mendapatkan angka positif yang terefleksi pada perolehan laba komprehensif tahun berjalan di semester I-2020 sebesar US$ 308.000.

Foto: Istimewa

Tags: bisnis pelat timahkinerja keuanganLatinusapandemi Covid-19PT Pelat Timah Nusantara Tbk
Previous Post

KSO Terminal Petikemas Koja, Prestasi Mengalir Berkat Budayakan GRC

Next Post

IHSG Diestimasikan Positif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR