TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Meski IHSG Negatif 18,34%, Volatilitas Pasar Sudah Mereda

Busthomi
11 August 2020 | 15:06
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengaku segaal kebijakan yang sudah diterapkan pihaknya beserta pemerintah, Bank Indonesia, dan SRO telah membuat volatilitas pasar saat ini sudah mulai mereda. Tecatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun sudah mulai lebih terkendali tak lagi bergerak liar.

“Saat ini, [dari kebijakan itu] dapat kita rasakan dampaknya di pasar modal. Seperti volatilitas mereda dengan IHSG kembali bergerak stabil di level di atas 5.000,” tandas Wimboh dalam sambutan saat acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, ditulis Selasa (11/8/2020).

Hingga Jumat 7 Agustus 2020, berdasar data OJK, IHSG ditutup di level 5.143,89. Hal ini berarti mengalami penurunan tipis 0,11% secara month to date (mtd) dan tumbuh negatif 18,34% secara year to date (ytd).

“Selain itu, indicator capital outflow pun terpantau mulai menurun. Plus untuk pasar obligasi juga mulai kembali menguat dengan yield menurun 36,6% secara ytd,” kata WImboh.  

Padahal sebelumnya, dampak pandemi Covid-19 di awal terlihat sangat kuat di sektor keuangan, terutama di pasar modal. Terjadi fluktuasi dan gejolak pasar modal global di masa awal pandemi membuat ketahanan pasar modal Indonesia benar-benar diuji.

“Sehingga saat itu, imbal hasil obligasi juga meningkat. Kemudian IHSG juga bergerak sangat fluktuatif dan pernah mencapai level terendahnya di posisi 3.937 pada 24 Maret lalu atau terkontraksi 37% dari posisi akhir tahun lalu,” tutur dia. 

Kata Wimboh, serangkaian kebijakan pre-emptive telah dikeluarkan OJK dengan bersinergi dengan SRO sejak awal Maret 2020 lalu untuk memitigasi terjadinya pemburukan akibat tingginya sentimen negatif yang ditimbulkan oleh pandemic. Seperti kebijakan pelarangan short selling, kebijakan buyback saham tanpa RUPS dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan, kebijakan perubahan batasan auto rejection menjadi asymmetric, kebijakan perubahan batasan trading halt serta, dan kebijakan penyesuaian sesi perdagangan di pre-opening.

BACA JUGA:   MedcoEnergi Terbitkan Obligasi Sebesar AS$400 Juta

“Ini merupakan paket kebijakan yang kami tempuh untuk meredam volatilitas. Langkah ini kami lakukan dengan cepat dan terukur dalam merespon dinamika yang terjadi,” kata dia.

Dia melanjutkan, berbagai kebijakan relaksasi juga telah dikeluarkan agar industri pasar modal dapat tetap bertahan di masa sulit ini. Di antaranya relaksasi pemenuhan prinsip keterbukaan, relaksasi kewajiban penyampaian pelaporan, serta stimulus bagi industri pengelolaan investasi.

“Kami juga bersinergi dengan Pemerintah maupun BI untuk menggerakkan roda perekonomian di sektor riil, di antaranya melalui kebijakan restrukturisasi, penempatan dana, penjaminan kredit dan subsidi bunga,” tegas dia.

Namun begitu, Wimboh sendiri mengakui, pandemi Covid-19 ini yang tidak diduga sebelumnya telah mengguncang perekonomian di berbagai negara. Sehingga aktivitas ekonomi dunia terganggu, di antaranya: perdagangan menurun drastis, mobilitas masyarakat dan wisatawan terhenti, serta terjadinya supply and demand shocks. Dampaknya begitu terasa di seluruh sendi-sendi perekonomian.

“Berbagai lembaga internasional dan juga pemerintah merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan perekonomian, tak terkecuali Indonesia. Rilis data PDB (Produk domestik Bruto) di triwulan II-2020 lalu mengkonfirmasi betapa dahsyatnya efek domino yang ditimbulkan dari pandemi ini,” terang Wimboh mengakui. 

Foto: Rendy MR (TopBusiness)

Tags: ihsgojkpandemi Covid-19pasar modal
Previous Post

Qoala dan Kata.ai Dukung Strategi AI

Next Post

IHSG Minus 4,44 Poin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR