Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga penutupan perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan masih melanjutkan penguatan. Indeks komposit Jakarta tersebut berpotensi atraktif jelang libur panjang akhir pekan.
“Kami memperkiraan IHSG hari ini masih melanjutkan penguatan didorong pasar domestik yang masih atraktif, serta menjelang libur panjang pada pekan depan,” demikian tertulis dalam riset harian samuel sekuritas Indonesia dalam laman samuel.co.id, di Jakarta, Kamis.
Dalam laman tersebut, dijelaskan pula bahwa Pasar saham Amerika bergerak positif, didorong kenaikan saham tekonologi dan healthcare. DJIA positif 1,05% ke level 27,976, diikuti S&P500 1,4% dan Nasdaq 2.13%.
Indeks EIDO plus 2,22% dan IHSG Rabu ditutup naik 0,83% menjadi 5.233 dengan penopang saham BBRI, BBCA dan BMRI. Net sell asing pada pasar regular mencapai Rp 360,4 miliar. Saham dengan nilai net buy asing tertinggi dicetak BBRI (Rp 218,7 miliar), BBCA (Rp 106,5 miliar), dan BBNI (Rp 103,9 miliar), sementara net sell TLKM (Rp 116 miliar), TOWR (Rp 64,7 miliar), dan MDKA (Rp 33,6 miliar).
Sentimen mendatang adalah rilis data CAD (Current Account Deficit) Indonesia per 2Q-2020 yang diproyeksikan Bank Indonesia akan berada di bawah 1,5% GDP (1Q-2020 1,4% terhadap GDP). Perkiraan tersebut berdasarkan asumsi membaiknya neraca perdagangan, sejalan dengan penurunan impor akibat melemahnya permintaan domestik.
Dari sisi pasar saham, investor asing pada minggu ini masih melakukan net buy pada saham perbankan dan pertambangan, dengan ekspektasi stabilnya harga komoditas pada 2H20 ini.
Fotographer: Rendy MR
