TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pefindo Tegaskan Peringkat MLJK

Agus Haryanto
13 August 2020 | 13:59
rubrik: Finance
Pefindo: Paruh Pertama, Transaksi Pasar Obligasi Sepi

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek, PT Pefindo, telah menegaskan peringkat idAAA(sf) untuk Obligasi I Tahun 2017 PT Marga Lingkar Jakarta (MLJK). Obligasi diterbitkan dalam lima seri dengan tanggal jatuh tempo yang berbeda yaitu tahun 2020 (Rp200 miliar), 2022 (Rp217 miliar), 2024 (Rp299 miliar),
2027 (Rp320 miliar), dan 2029 (Rp464 miliar).

Analis, Niken Indriarsih dan Gifar Indra Sakti, dalam website pefindo.com, di Jakarta, menyatakan bahwa sejak bulan Mei 2020, MJLK telah mencadangkan secara penuh dana untuk pelunasan obligasi sebesar Rp200 miliar yang akan jatuh tempo pada 8 November 2020. Hal ini tercermin dari dana ditetapkan penggunaannya sebesar Rp325,4 miliar per 30 Juni 2020, yang dicadangkan untuk pelunasan obligasi dan pembayaran bunga untuk 12 bulan ke depan.

Per 30 Juni 2020, MJLK juga memiliki kas dan setara kas sebesar Rp164,0 miliar.

Efek utang dengan peringkat idAAA memiliki peringkat paling tinggi yang diberikan Pefindo. Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, relatif dibanding emiten Indonesia lainnya, adalah superior. Akhiran (sf) memiliki makna peringkat adalah untuk transaksi keuangan terstruktur.

Peringkat mencerminkan struktur transaksi obligasi yang kuat, ekonomi area layanan proyek yang baik sebagai bagian dari jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), dan pengelolaan operasional yang baik. Peringkat dibatasi oleh risiko volatilitas volume lalu lintas jalan tol dan leverage keuangan yang tinggi.

Peringkat dapat diturunkan jika rasio kecukupan dana layanan utang MLJK, dihitung dari Ebitda dan kas awal tahun termasuk dana ditetapkan penggunannya dibagi dengan pembayaran bunga dan pelunasan obligasi pada tahun berjalan, lebih rendah dari 2x pada tiap akhir tahun secara berkelanjutan. Hal ini bisa terjadi akibat penurunan Ebitda secara signifikan karena kombinasi dari penurunan volume lalu lintas JORR atau pemulihan volume lalu lintas yang lebih lambat dari yang diharapkan, penyesuaian tarif tol lebih rendah atau lebih lama dari yang diharapkan diproyeksikan pada akhir September 2020, dan/atau biaya lebih tinggi dari yang diestimasikan.

BACA JUGA:   Moxa Catatkan Lebih Dari 4.300 Pengguna Baru Selama GIIAS 2024

Menurut keduanya, kami juga dapat menurunkan peringkat, jika MLJK gagal memenuhi struktur transaksi yang dipersyaratkan. Walaupun rasio tersebut ada kemungkinan sedikit kurang dari 2x dalam jangka pendek hingga menengah, kami masih mempertahankan peringkat karena kami memandang bahwa kemungkinan rasio kurang dari 2x diproyeksikan terjadi satu kali setelah pelunasan obligasi kedua. “Namun, kami akan lebih memantau kinerja dalam jangka pendek, terutama jika pandemi Coronavirus (Covid-19) berkepanjangan mengakibatkan pembatasan sosial berskala besar lainnya dan penurunan lebih lanjut dari volume lalu lintas JORR. Walaupun masih ada ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir, pendapatan MLJK, yang turun 22,7% per tahun pada paruh pertama tahun 2020 (1H2020), telah meningkat secara bertahap sejak bulan Mei 2020,” tutur mereka.

Previous Post

Sinergi BUMN Karya Membangun Konektiviti Negeri

Next Post

AMMDes Beri Manfaat Masyarakat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR