Jakarta, TopBusiness – Di masa pandemi ini, investor diminta untuk melakukan strategi dengan tidak menaruh aset hanya dalam satu keranjang, melainkan membaginya ke berbagai tempat. Model diversifikasi investasi ini bisa dilakukan dengan mengalokasikan sejumlah dana ke instrumen berbeda dan mata uang berbeda, salah satunya menyimpan dana di rekening valuta asing (valas).
Berdasarkan analisa tim DBS dan data dari Bloomberg Finance saat pasar keuangan global mengalami guncangan pada kuartal I-2020 akibat wabah Covid-19, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi lebih dari 30% di Maret lalu. Namun begitu, dolar Amerika Serikat justru menguat lebih dari 15% dibanding rupiah dalam periode yang sama.
Oleh sebab itu, menabung valas atau menyimpan dana dalam mata uang berdenominasi asing ke dalam sebuah rekening menjadi opsi yang menarik. Kendati demikian, perlu diingat bahwa pembelian valas lantas tidak dapat dilakukan dengan gegabah. Risiko dapat diminimalisir dengan menabung valas melalui bank atau lembaga keuangan resmi yang aman dan terpercaya.
Memahami kebutuhan ini, digibank by DBS baru-baru ini meluncurkan fitur terbarunya bernama ‘Rekening Valas’, yang memungkinkan nasabah untuk mengelola tabungan valas dengan 10 mata uang berbeda melalui aplikasi dalam genggaman.
Rekening Valas tersedia dalam berbagai mata uang termasuk USD, SGD, AUD, NZD, EUR, GBP, JPY, HKD, CAD, dan CHF. Selain dapat diakses kapan saja dan di mana saja selama 24 jam, nasabah juga tidak perlu membayar biaya administrasi rekening, bahkan biaya konversi.
“Menyadari betapa pentingnya kestabilan situasi finansial dalam segala situasi, kami melihat hal tersebut dapat diraih melalui democratizing finance atau demokratisasi keuangan, di mana masyarakat dapat mengelola keuangannya dengan mudah dan cepat,” tegas Managing Director, Head of Digital Banking, PT Bank DBS Indonesia, Leonardo Koesmanto, di Jakarta, Kamis (13/8/2020).
Oleh karena itu, kata dia, Bank DBS Indonesia melalui digibank by DBS senantiasa berinovasi untuk memberikan kemudahan bagi nasabah melalui fitur dan layanan perbankan digital yang lengkap dan praktis.
Saat ini, fitur Rekening Valas dapat diakses oleh masyarakat Indonesia yang telah memiliki rekening digibank by DBS. Pembukaan rekening pun sangat mudah dengan metode branchless, paperless, signatureless yang tentunya mengedepankan digitalisasi. Hanya melalui aplikasi digibank by DBS dan membuat janji temu via aplikasi untuk melakukan verifikasi data, kini masyarakat dapat membuka rekening digibank by DBS dan menikmati pelayanan perbankan digital yang lengkap, mulai dari transaksi perbankan sehari-hari hingga investasi.
“Di masa pandemi seperti ini, sebaiknya berinvestasi tidak hanya mengukur return tetapi juga risiko. Sebagai investor, kita juga harus mengetahui risiko yang melekat pada sebuah instrumen investasi. Kita juga harus dapat mempertimbangkan faktor likuiditasnya,” imbuh CEO Big Alpha, Tirta Prayudha.
Dan salah satu yang memenuhi ketiga kriteria tersebut adalah tabungan valas di mana tingkat likuiditas yang tinggi dapat menjadikan dana tersebut sebagai salah satu bentuk penempatan dana darurat. Risikonya pun cukup rendah mengikuti perkembangan pasar uang. Akan tetapi, perlu diperhatikan menabung valas juga tidak boleh sembarang tentunya untuk menghindari kerugian.
“Tabungan valas melalui lembaga perbankan digital dinilai tepat karena keamanan yang terjamin dan mudah diakses selama 24 jam tanpa harus ke kantor cabang,” tandas Tirta.
Mengusung prinsip democratizing finance, digibank by DBS melalui kampanye bertajuk #SemuaPastiBisa meluncurkan dua fitur baru yaitu Rekening Valas dan Obligasi Pasar Sekunder. Peluncuran kedua fitur tersebut memungkinkan setiap orang bergerak maju dan meningkatkan kondisi keuangan mereka bersama digibank by DBS di era new normal ini.
Foto: Istimewa
