Jakarta, TopBusiness – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengucapkan selamat dan mengapresiasi empat BUMD DKI Jakarta yakni PT MRT Jakarta (Perseroda), PT Food Station Tjipinang Jaya, Bank DKI dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung yang menyabet berbagai penghargaan di TOP BUMD Award 2020.
“Alhamdulillah, tetap berprestasi walau di kala pandemi. Selamat dan apresiasi kepada 4 BUMD kebanggaan warga Jakarta, PT MRT Jakarta (Perseroda), PT Food Station Tjipinang Jaya, Bank DKI dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung yang menyabet berbagai penghargaan di TOP BUMD Award 2020,” ujar Gubernur Anies dalam komentar di akun medsos pribadinya yang diposting Rabu (2/9/2020).
Ajang penghargaan TOP BUMD Awards 2020 digelar oleh majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan Lembaga Kajian Nawacita (LKN), serta beberapa lembaga Tim Penilai pada 27 Agustus 2020 lalu di Grand Ballroom, Hotel Sultan
Menurut Anies, penghargaan ini merupakan ikhtiar dan kerja bersama dari semua pihak. BUMD DKI Jakarta bukan semata-mata umtuk mengejar keuntungan, lebih dari itu BUMD DKI harus menghadirkan kebermanfaatan untuk kesejahteraan warga DKI Jakarta. “Terlebih di masa pandemi seperti ini BUMD DKI harus menjadi garda terdepan pelayanan warga,” kata Gubernur DKI.
Dalam ajang TOP BUMD Awards 2020, Gubernur DKI Anies Baswedan dianugerahi penghargaan TOP Pembina BUMD 2020.
Postingan gubernur DKI ini mendapat ribuan like dan komentar positif dari warganet, meski baru sekitar 1 jam diposting. Misalnya Abdul Malik Raharusun menulis komentar, “MaasyaaAllah…. barokallah. Selamat untuk capaiannya. Kerja kolosal dari Gubernur, Pemprov DKI Jakarta, BUMD DKI Jakarta dan warga bahagia Jakarta.”
Ada juga dari Desmawati Gucci yang mengucapkan, “”Alhamdulillah.. Barakallah pak Anies. Semoga kedepan lebih maju dan berjaya lagi.” “Manteb dikala BUMN anjlok ini BUMD malah kocer… ,” kata Desi Laksita Laksmi dalam komentarnya.
Kegiatan TOP BUMD Awards ini diselenggarakan secara berkesinambungan setiap tahun, sejak tahun 2016. Acara penganugerahan TOP BUMD Awards diselenggarakan dengan mengikuti protokol kesehatan, dan dihadiri oleh 470 peserta (masih di bawah 50 persen kapasitas ballroom).
Untuk tahun 2020 ini, tema yang diangkat adalah Strategi Keberlangsung Bisnis BUMD di era New Normal. Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dan Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan keynote speech di acara yang dihadiri para para gubernur, bupati dan walikota, maupun Sekretaris Daerah, selaku pembina BUMD dari seluruh Indonesia, para CEO, direktur, dewan Komisaris dan dewan pengawas BUMD.
M. Lutfi Handayani, ketua Penyelenggara TOP BUMD Awards 2020, yang juga Pemimpin Redaksi majalah Top Business, memaparkan, TOP BUMD Awards 2020 diikuti oleh 163 BUMD finalis dari total sekitar 1.149 BUMD di Indonesia. Jumlah itu meningkat 7 persen, dibanding tahun 2019 sebanyak 152 BUMD. Dari jumlah tersebut, sebanyak 119 BUMD yang mengikuti proses penilaian secara lengkap, termasuk Wawancara Penjurian, yang telah diselenggarakan secara online, sejak 16 Maret – 8 Juni 2020 secara Online.
Ada 8 Profesor dan beberapa Doktor diantara 30 Dewan Juri yang juga pakar dan ahli dibidang manajemen Bisnis dan BUMD, yang melakukan penilaian dalam TOP BUMD Awards ini. Lutfi menjelaskan bahwa TOP BUMD Awards, Insya Allah merupakan kegiatan award BUMD terbesar di Indonesia. Kegiatan Top BUMD Awards diselenggarakan setiap tahun oleh majalah Top Business sejak 2016.
“Dengan segala kerendahan hati, mudah-mudahan, kegiatan TOP BUMD Awards ini, terus menjadi kegiatan BUMD Awards yang Terbesar, Paling Kredibel, Paling Bermanfaat di Indonesia,” ujar Lutfi dalam sambutannya di depan ratusan finalis TOP BUMD Awards 2020.
Sementara itu, Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, MA, selaku Ketua Dewan Juri TOP BUMD Awards 2020 menjelaskan beberapa temuan menarik selama proses penjurian berlangsung, sekaligus rekomendasi yang perlu kita perhatikan bersama.
Pertama, semua BUMD relatif sudah mempersiapkan diri dalam menghadapi dampak Pandemi COVID-19, namun perlu disusun dalam bentuk dokumen Business Continuity (panduan Keberlangsungan Bisnis) di era New Normal. Kedua, Generasi Millenial, mulai tertarik masuk ke BUMD.
Lalu yang ketiga, semakin banyak BPR dan BPRS yang concern serta lebih intens dan terukur, untuk melakukan pemberantasan renternir atau pelepas uang. Keempat, hampir semua PDAM, concern dalam hal penggunaan Teknologi Informasi, walau Sebagian masih perlu ditingkatan. Kelima, BPD banyak melakukan sinergi dan inovasi produk.
