Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini diperkirakan masih bergerak negatif. Alasannya, ada rem darurat di Jakarta per 14 September 2020.
“Kami memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan lebih di dominasi oleh berita domestik. Semalam Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan rem darurat atau pemberlakuan kembali PSBB di Jakarta per 14 Sep atau Senin depan. Hal ini dapat memberikan sentimen negatif bagi sektor retail, serta F&B yang bisnisnya baru menguat selama pelonggaran PSBB beberapa bulan terakhir. Selain itu, sektor transportasi, hotel dan pariwisata serta toll road berpotensi kembali melemah seiring minimnya demand,” demikian riset harian samuel sekuritas Indonesia di website samuel.co.id, di Jakarta.
Retail sales Indonesia per Jul-20 turun 12,5% YoY atau membaik dari Jun-20 minus 17,1%.
Indeks EIDO negatif 1,04% dan IHSG Rabu ditutup turun 1,81% menjadi 5.149 dengan pemberat saham BBRI, BBCA dan BMRI. Net sell asing pada pasar regular mencapai Rp 519 miliar. Saham dengan nilai net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 128,5 miliar), BMRI (Rp 89,4 miliar), dan TLKM (Rp 83 miliar), sementara net buy dicatatkan TOWR (Rp 40,4 miliar), CTRA (Rp 13,2 miliar), dan TBIG (Rp 12,1 miliar).
Sementara, pasar saham Amerika terdorong saham teknologi. DJIA plus 1,6% ke level 27.940, S&P500 positif 2,01%, dan Nasdaq 2,71%. Harga minyak WTI berada pada level USD 37,7 dengan Brent USD 40,5 dan emas USD 1.955.
Dari sisi regional, inflasi China per Aug-20 tercatat sebesar 2,5% (cons 2,4%; Jul-20 2,7%). Sementara rilis data AS mendatang adalah Initial Jobless Claims AS per 5 Sep (cons 846 ribu; prev 881 ribu).
Fotographer: Rendy MR
