Jakarta, TopBusiness—Manajemen Bank Victoria, hari ini menyampaikan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Sejumlah hal dijelaskan di situ. Antara lain tentang strategi untuk mengatasi dampak Covid-19 terhadap bisnis.
Di situ, dijelaskan bahwa Bank Victoria melakukan restrukturisasi debitur-debitur kredit yang bisnisnya terdampak sementara Covid-19. Kemudian, selektif dalam mengucurkan kredit baru agar pertumbuhan bisnis dan kualitas kredit tetap terjaga.
Bank Victoria pun menjaga agar suku bunga simpanan tetap kompetitif, namun biaya dana dan likuiditas tetap terjaga. “Bank Victoria pun senantiasa mempromosikan corporate branding, produk-produk, dan keunggulan fitur banking yang dimiliki”,demikian dijelaskan dalam keterbukaan informasi itu.
Strategi lainnya adalah mendorong agar nasabah melakukan transaksi perbankan melalui platform digital. Hal itu mencakup mobile banking dan internet banking, baik individual maupun corporate. Selanjutnya, Bank Victoria menempatkan kelebihan likuiditas pada investasi yang relatif aman, namun memiliki yield yang cukup baik.
Kemudian, dijelaskan pula bahwa untuk Juni-Juli 2020, rasio CAR Bank Victoria ada di 15% sampai 20%. Rasio tersebut naik dibandingkan di Maret 2020.
Untuk NPL gross, pada Juni-Juli 2020 menurun daripada di Maret 2020. Pada Juni-Juli 2020, angka NPL gross ada di: lebih besar, atau sama dengan 5%.
