TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Menko Maritim Kecewa Kinerja Migas Era SBY Merosot

Nurdian Akhmad
20 May 2015 | 16:42
rubrik: Capital Market

MINYAK-WTI1JAKARTA-businessnews.id:  Kekecewaan terhadap kinerja pemerintahan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di sektor Minyak dan Gas (Migas) juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo. Pasalnya, realisasi produksi migas Indonesia sepanjang lima tahun terakhir mengalami kemerosotan.

“Target produk migas selama lima tahun terakhir belum kena sasaran, alias belum tercapai. Di 2004, produksi migas 818.000 barel per hari, sedangkan 794.000 barel per hari di 2009, jadi harus meningkatkan eksplorasi migas,” ujarnya di JCC, Jakarta, Rabu (20/5).

Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) mengklaim bakal memaksimalkan produksi dan cadangan baru minyak dan gas (migas). Selain untuk mengejar ketertinggalan kinerja masa lalu, tingginya konsumsi dan pertumbuhan ekonomi juga jadi alasannya.

Indroyono melihat, tidak bisa hanya mengandalkan langkah biasa seperti yang dilakukan masa lalu. Prioritas pemerintah di sektor energi tidak hanya komoditas batu bara tapi juga energi baru terbarukan.

Apalagi pemerintah mempunyai tanggung jawab memacu pembangunan pembangkit listrik dengan menambah kapasitas 35.000 Megawatt (Mw) selama lima tahun ke depan. Ini penting direalisasikan, mengingat sektor migas berkontribusi pada pertumbuhan dan menyumbang penerimaan Rp 286 triliun atau 18 persen dari penerimaan negara. “Jadi kita perlu kebijakan untuk memacu cadangan dan produksi migas, menangani kasus BBM ilegal, dan sebagainya,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Sudirman Said kembali menegaskan sektor minyak dan gas bumi (Migas) masih diselimuti oleh budaya korupsi masa lalu. “Belajar dari masa lalu, sektor ini diliputi oleh budaya korupsi di masa lalu dan cukup lekat dan kita tidak boleh malu mengakui itu,” katanya di Jakarta Convention Center, Rabu (20/5).

Menurutnya, persoalan itu hanya bisa diselesaikan dengan kepemimpinan yang baik. Pemerintahan saat ini tengah melakukan pembenahan sektor tersebut secara bertahap. “Apa yang dilakukan pemerintah saat ini sudah dimulai dengan langkah-langkah awal, kepemimpinan sangat penting, kita tidak punya masalah soal teknis, kita mempunyai kapasitas tetapi ketika kepemipinan tidak bisa menunjukkan kelulusan, itu akan menjadi persoalan,” tegasnya serius.

BACA JUGA:   Biaya Logistik Mahal Bukti Tol Laut Belum Efektif

SKK Migas baru dselesaikan, sambung menteri ESDM, semua akan di tata begitupun industri yang berkaitan dengan migas seperti pertamina atau Perusahaan Gas Negara.

Ditambahkan, pemerintah perlu kembali menata iklim investasi sektor migas. Bahwa kita memasuki era sulit, karena itu membangun kembali atau menata kembali iklim investasi. “Yang harus menjadi catatan, asumsi, regulasi, cara kita mengelola sampai dengan perilaku regulator termasuk tim saya sendiri harus berbenah tidak bisa lagi menggunakan asumsi masa lalu.” tambahnya. (endy)

Previous Post

Indonesia Ditawari Bank Dunia Pinjaman US$11 Miliar

Next Post

BEM ITS Gelar Young Engineer & Scientist (YES) Summit 2015

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR