Jakarta, TopBusiness—Indonesia memiliki empat sektor potensial sebagai sumber pengembangan industri halal nasional. Yaitu sektor pertanian (integrated farming), industri makanan dan fashion, energi terbarukan (renewable energy), dan pariwisata halal (halal tourism). Hal tersebut dikatakan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Sugeng, dalam keterangan tertulis hari ini.
Menjadi pembicara kunci pada pembukaan FESyar (Festival Ekonomi Syariah) Regional Sumatera di Padang, Sumatera Barat, hari ini, Sugeng menjelaskan hal lain. Yakni bahwa pengembangan sektor potensial tersebut dilakukan melalui pendekatan rantai nilai halal (halal value chain). Yaitu pemberdayaan dan pengembangan ekonomi syariah secara komprehensif.
“Termasuk memperkuat digitalisasi UMKM Syariah (on boarding UMKM) untuk memperluas akses pasar, dan pembuatan kanal pembayaran digital melalui QRIS atau QR Indonesian Standard,” kata Sugeng.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, menyampaikan bahwa ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu solusi di masa pandemi Covid-19, karena adanya kebutuhan akan produk halal yang higienis.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah mengeluarkan beberapa ketentuan untuk mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah, terutama untuk mendukung pengembangan kuliner dan wisata halal, sehingga pelaksanaan Fesyar merupakan momentum yang tepat untuk semakin memperkenalkan ekonomi dan keuangan syariah kepada masyarakat,” kata Gubernur Irwan Prayitno.
Sumber Foto: Istimewa
