Jakarta, TopBusiness—Utang luar negeri (ULN) swasta pada Juli 2020 tumbuh melambat.
“Pertumbuhan ULN swasta pada Juli 2020 tercatat 6,1% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juni 2020 sebesar 8,3% (yoy),” papar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Onny Widjanarko, pagi ini di Jakarta, dalam keterangan tertulis.
Perkembangan ini dipengaruhi oleh berlanjutnya perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK), dan kontraksi ULN lembaga keuangan (LK). ULN PBLK tumbuh 8,7% (yoy), melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya 11,5% (yoy).
“Sementara itu, ULN LK terkontraksi 2,2% (yoy), sedikit meningkat dari kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 1,9% (yoy),” Onny berkata.
Beberapa sektor dengan pangsa ULN terbesar, yakni mencapai 77,2% dari total ULN swasta, adalah sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA), sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan.
Foto: Dhi/TopBusiness
