IHSG Berpeluang Lanjutkan Pelemahan

Penulis Agus

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Kamis (17/09/2020) berpeluang melanjutkan pelemahan. Pasalnya, pelaku pasar memperkirakan suku bunga acuan Bank Indonesia belum berubah.

“Hari ini akan ada rilis data 7DRRR dengan perkiraan konsensus stabil di level 4%. Kami memperkirakan pergerakan IHSG berpotensi flat atau kembali melemah seiring minimnya sentimen,” demikian disebut dalam hasil riset harian samuel sekuritas Indonesia di website samuel.co.id, di Jakarta.

Selain, karena langkah The Feds untuk menjaga tingkat bunga rendah menjadi kurang atraktif bagi industri, iklim usaha domestik juga diperkirakan akan mengalami pelemahan pada kuartal III/2020 sebagai efek PSBB Fase-II DKI yang terutama akan menekan sektor retail dan F&B yang sudah mulai menguat beberapa bulan terakhir.

Pasar saham Amerika ditutup bervariasi. DJIA positif 0,13% ke level 28.032 poin, S&P500 minus 0,45% dan Nasdaq turun 1,25%. The Feds AS mengindikasikan masih akan menjaga level interest rendah hingga 2023 mendatang selain juga untuk mengejar target inflasi 2%.

Dari sisi regional, Trade Balance Jepang per Aug-20 tercatat surplus ¥248,3 miliar atau naik signifikan dibandingkan Jul-20 yang surplus ¥10.9 miliar.

Sekedar mengingatkan, IHSG Rabu ditutup turun 0,83% menjadi 5.058 poin dengan pemberat saham BBCA, BBRI dan HMSP. Net sell asing pada pasar regular mencapai Rp 983 miliar. Saham dengan nilai net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBCA (Rp 506,8 miliar), BBRI (Rp 82,9 miliar), dan BBNI (Rp 66,1 miliar), sementara net buy asing dicatatkan BMRI (Rp 30,2 miliar), BTPS (Rp 10 miliar), dan INTP (Rp 8,6 miliar).

Fotographer: Rendy MR

BACA JUGA

Tinggalkan komentar