Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (18/09/2020) akhir pekan ini masih dibayangi pelemahan. Pasalnya, sentimen global dan domestik tak mendukung.
Dalam riset harian samuel sekuritas Indonesia di website samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan bahwa perdagangan pasar saham Amerika ditutup melemah semalam dengan sektor teknologi menjadi yang terkoreksi terdalam. Tercatat S&P 500 turun 0,84%, Dow Jones 0,47%, dan Nasdaq 1,27%, sementara itu yield 10Y Treasury AS masih bergerak sideways di level 0,687%. Sebelumnya, The Fed mengumumkan untuk mempertahankan suku bunganya di level saat ini 0,25% yang sesuai dengan ekspektasi pasar.
Dari dalam negeri. Hasil Rapat Dewan Gubernur memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 4% yang diumumkan kemarin, oleh Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia. Perry mengatakan keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global yang mulai membaik, seperti, indikator global yaitu PMI di AS dan China, harga komoditas dan peningkatan ekspor di berbagai negara termasuk Indonesia.
Di sisi lain, sampai dengan 15 Sept. 2020, BI telah menambah likuiditas sebesar Rp 662,1 triliun yang berasal dari penurunan GWM sekitar Rp 155 triliun dan operasi moneter sekitar Rp 491,3 triliun, sehingga kondisi likuiditas saat ini lebih dari cukup.
Pagi ini bursa regional Nikkei dan Kospi diperdagangkan positif (0,28% dan 0,24%), sementara kami melihat pergerakan bursa domestik masih didominasi oleh sentimen dalam negeri, termasuk, pembatasan kembali ruang gerak ekonomi akibat pengetatan PSBB dan peningkatan kasus Covid-19 harian yang terus meningkat.
Foto: Rendy MR
