Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan kembali melanjutkan penguatannya, seperti perdagangan akhir pekan lalu. Hal ini tak lepas dari masih adanya sentiment positif yang membuat rupiah di zona hijau.
Menurut analis pasar modal dari PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, pada perdagangan akhir pekan lalu IHSG berhasil ditutup menguat 0,41% di level 5059.22. Jika dilihat dari indicator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI juga berada di area netral.
“Dengan begitu, masih terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekatnya,” tutur Nafan di Jakarta, Kamis (21/9/2020).
Berdasarkan kondisi tersebut, diliihat dari dari rasio fibonacci, ternyata support dan resistance IHSG akan berada pada kisaran 4975.54 hingga 5097.14.
Untuk itu, berikut sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.
– LPCK, dengan aily (800). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 790 – 800, dengan target harga secara bertahap di level 865, 905 dan 1080. Support: 730.
– MIKA, dengan daily (2330). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 2280 – 2330, dengan target harga secara bertahap di level 2430, 2510, 2580 dan 2850. Support: 2180.
– SMRA, dengan daily (570). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 555 – 570 dengan target harga secara bertahap di level 615, 635, 655, 735 dan 845. Support: 540 & 515.
– WEGE, dengan daily (171). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 168 – 171, dengan target harga secara bertahap di level 179, 210, 240 dan 270. Support: 163 & 148.
– WSBP, dengan daily (155). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 146 – 155, dengan target harga secara bertahap di level 162, 185, 208 and 232. Support: 138.
Foto: Rendy MR (TopBusiness)
