TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PHM Rangkul Masyarakat Lestarikan Hutan Dunia

Albarsyah
22 September 2020 | 12:50
rubrik: CSR
PHM Rangkul Masyarakat Lestarikan Hutan Dunia

Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memang kinclong dalam menerapkan ISO 26000 dan Program Nawacita serta berkontribusi kepada SDG pada kegiatan pengelolaan Rehabilitasi DAS dengan memberikan kebermanfaatan langsung kepada masyarakat di sekitar nya. Kegiatan yang berupa penanaman bibit pohon ini dimaksudkan untuk menghutankan kembali lahan kritis untuk pemulihan lingkungan.

Kegiatan rehabilitasi DAS yang dilaksanakan oleh PHM ini sejak Desember 2018 di kawasan Hutan Produksi Tetap Kendilo di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, tepat nya di Desa Suweto (Kecamatan Muara Samu) dan Desa Saing Prupuk (Kecamatan Batu Enggau), di area seluas 2.189 ha. Sampai dengan saat ini, luas kawasan yang telah berhasil ditanami mencapai 708 hektare dan target penanaman tahun ini akan diselesaikan seluas 1.539 hektare. Serah terima tanaman kepada pemerintah akan dilakukan secara bertahap, dimana penyerahan pertama direncanakan pada tahun 2021 seluas 226 hektare.

“PHM menerapkan strategi yang dinamakan PIRAMIDA TINGGI (singkatan dari: Pemberdayaan Masyarakat untuk Melestarikan Hutan demi Ketahanan Energi), yang merupakan sinergi-kolaborasi-integrasi antara para pemangku kepentingan utama dalam program ini. Strategi ini selaras dengan Program Nawacita dari Presiden Joko Widodo pada butir 6 dan 7, guna meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, serta pemberdayaan masyarakat untuk melestarikan hutan dunia,” kata Direktur PHM, Danar Dojoadhi.

Strategi ini melibatkan tiga elemen dengan prinsip segitiga sama sisi atau equality, yaitu antara
⁃ Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kendilo, selaku pemangku kawasan Hutan Kendilo sebagai representatif dari Pemerintah;
⁃ Kelompok Tani Hutan (KTH), yang telah bermitra dalam kerangka Perhutanan Sosial dengan KPHP Kendilo, sebagai representatif dari masyarakat; dan
⁃ PHM sebagai korporasi atau unit manajemen.
Strategi yang diterapkan terbukti memberikan efisiensi anggaran sebesar 69,64% bila dibandingkan dengan pengerjaan oleh pihak ketiga

BACA JUGA:   Program CSR Danareksa Dukung Strategi Bisnis

Melalui strategi ini, PHM selain telah meningkatkan pendapatan masyarakat sebagai pekerja juga telah meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat khususnya KTH, sehingga menjadi modal berharga untuk mendukung program-program produktif KTH seperti agro-forestry, hasil hutan bukan kayu, hutan energi dan jasa lingkungan, dan dipercaya akan mampu meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas program produktif tersebut, yang telah dibayarkan oleh KTH sejak tahun 2017.

Di samping itu, sebanyak 1,1 juta dari 3,4 juta pohon yang ditanam berkategori Multi Purpose Tree Spesies (MPTS) dengan varian buah-buahan seperti durian, nangka, cempedak, petai, jengkol dsb, sehingga nantinya akan menjadi investasi sosial yang besar dan dapat dimanfaatkan langsung oleh KTH dan masyarakat sekitar nya.

Dalam pemantauan kegiatan, PHM juga telah mengembangkan inovasi teknologi geospasial berbasis digital mobile yang dinamakan aplikasi PARIDA (singkatan dari Penanaman Rehabilitasi DAS), yang dioperasikan oleh KTH, yang dapat diklaim merupakan implementasi Revolusi Industri 4.0 dan juga Society 5.0, sehingga dengan aplikasi ini, kegiatan nya dapat dimonitor oleh siapa pun, di mana pun dan kapan saja atau every one-every where-every time) baik melalui website atau pun desk top. Aplikasi yang dibangun secara mandiri oleh insan PHM ini, mampu menyajikan hasil kegiatan yang reliable, auditable dan tidak terduplikasi.

Melalui pendekatan pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini menjadi program yang melebihi kepatuhan (beyond compliance), karena mampu berkontribusi pada 5P (People, Planet, Prosperity, Partnership & Peace) United Nation Sustainable Development Goal 2030, yaitu:
a. Peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 44% serta akses masyarakat ke BPJS sebesar 63% (SDG No 1 – End of Poverty)
b. Keterlibatan perempuan yang mencapai 62,79% yang juga dilengkapi empowerement dalam teknologi (SDG No. 5 Gender Equality)
c. Penyelamatan cadangan air dan ekosistem (SDG No 6 Clean Water & Sanitation)
d. Penambahan aset KTH hingga Rp 550 juta (SDG No 8 Good Job & Economic Growth)
e. Penyerapan emisi karbon (CO2) sebesar 223.981 ton/tahun (SDG No 15 Life in Land)
sehingga mendukung visi PERTAMINA menjadi perusahaan energi berkelas dunia.

BACA JUGA:   PT Semesta Centramas Bangun Ekonomi Berkelanjutan Lewat Pemberdayaan Pesantren

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator Wilayah Kerja (WK) Mahakam dengan dukungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan PT Pertamina Hulu Indonesia selaku induk perusahaan, mendapatkan apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) atas pengelolaan Rehabilitasi DAS. Apresiasi tersebut diungkapkan Wakil Menteri LHK, Alue Dohong, dalam acara webinar bertajuk Rehabilitasi DAS untuk Pemulihan Lingkungan dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19, yang diselenggarakan Kementerian LHK bersama SKK Migas dan PHM, di Jakarta, Senin (14/09).

Dalam sambutannya, Alue Dohong memuji pelaksanaan program Rehabilitasi DAS yang dilaksanakan SKK Migas-PHM. “Rehabilitasi DAS di Kendilo oleh pihak pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan atau IPPKH ini menjadi sangat penting, mengingat DAS Kendilo merupakan satu dari 12 DAS kritis di Indonesia sehingga memerlukan upaya perbaikan lingkungan untuk mengembalikan cadangan air guna memulihkan ekosistem di DAS tersebut, disamping itu PHM telah mampu menerapkan teknologi sehingga dapat memantau hasil kegiatan dengan management tree by tree, suatu terobosan yang sangat membanggakan dan patut dicontoh oleh pelaku kegiatan Rehabilitasi DAS lain nya” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman, mengatakan bahwa rehabilitasi DAS merupakan program SKK Migas dan KKKS pemegang IPPKH, sebagai salah satu pemenuhan kewajiban yang diamanatkan dalam izin tersebut. “SKK Migas bersama 12 KKKS saat ini melaksanakan Rehabilitasi DAS seluas ± 6.034,18 hektare, dan yang dikerjakan oleh PHM ini mencakup 36% dari luas areal yang menjadi kewajiban para KKKS tersebut,” kata Fatar Yani Abdurrahman

SKK Migas dan PHM berharap sinergi yang sudah terjalin akan terus meningkat dan kegiatan hulu minyak dan gas bumi dapat memberikan kontribusi bagi pemulihan DAS. Sekali lagi, kontribusi ini merupakan komitmen SKK Migas dan PHM dalam mendukung upaya pemeliharaan lingkungan dan peningkatan perekonomian nasional terutama yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Previous Post

Sertifikasi Usaha Pariwisata Jamin Mutu Layanan

Next Post

Peresmian Infrastruktur di Dharmasraya-Sumbar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR