Jakarta, TopBusiness—Corporate Secretary Kawasan Industri Jababeka, Budianto Liman, pada hari ini menyampaikan jawaban tertulis kepada otoritas Bursa Efek Indonesia. Hal itu merespons pertanyaan otoritas bursa tersebut, mengenai volatilitas transaksi saham dari perusahaan dengan kode emiten KIJA tersebut.
“Kami tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, yang mungkin dapat berpengaruh kepada harga efek,” papar Budianto.
Budianto juga mengatakan bahwa Jababeka tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu, yang mungkin bisa berpengaruh kepada pergerakan saham KIJA. “Jababeka tidak punya informasi atau fakta material penting lainnya, yang belum diungkapkan kepada publik,” kata Budianto.
Sementara, mengacu pada data dari Dunia Investasi, saham KIJA dalam pergerakan bervariasi di periode 1 September 2020 sampai dengan penutupan perdagangan kemarin sore (23 September 2020).
1 September tersebut, saham KIJA di harga Rp 143 per lembar. Lantas ada fluktuasi harga. Dalam hal itu, harga tertinggi di Rp 183 per lembar terjadi di 18 September 2020. Sedangkan harga terendah di Rp 137 per lembar, ada di 10 September 2020.
Volume transaksi terendah sebanyak 720.100 unit berlangsung di 14 September 2020. Untuk titik tertinggi sebanyak 45.466.800 unit saham, ada di 18 September 2020.
Sumber Ilustrasi: Istimewa
