Jakarta, TopBusiness – Lanju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi akan kembali berbalik menguat, setelah pada perdagangan kemarin tergelincir. Hal ini karena baik secara teknikal maupun fundamental cukup positif. Sementara dari sentiment yang ada pun mendukung adanya penguatan Indeks.
Kepala Riset PT MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, ada potensi kenaikan IHSG menyusul kembali menguatnya Dow Jones sebesar 410 poin, sehingga selama 2 hari telah menguat 651,4 poin (2,85 persen), didorong saham sektor teknologi dan pariwisata.
“Dan untuk sentimen positif, bisa datang dari harapan 10 juta vaksin Covid-19 di akhir tahun 2020 serta reboundnya harga komoditas seperti minyak, emas, batu bara, timah serta nikel, kendati meang masih ada jumlah kenaikan tertinggi kembali terjadi dari korban akibat Covid-19,” papar dia dalam risetnya di Jakarta, Selasa (29/9/2020).
Analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama menyebutan, pada perdaganagn kemarin IHSG ditutup terkoreksi 0,79% di level 4.906.55. namun untuk perdagangan hari ini, berdasarkan indikator, MACD telah berada di area negatif.
“Sementara itu, untuk Stochastic dan RSI berada di area netral. Meskipun demikian, pergerakan IHSG telah menguji garis MA 120, sehingga berpeluang terjadinya penguatan ke depan masih terbuka lebar,” tutur Nafan, hari ini.
Nafan memproyeksi, berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua memiliki rentang pada level 4865.27 hingga 4778.71. Sementara itu, untuk itngkat resistance pertama maupun kedua akan berada di kisaran 4975.54 hingga 5097.14.
Sementara Edwin memprediksi secara teknikal IHSG, perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 4.860-4.942.
“Karena kondisi perdagangan di Bursa Indonesia hari ini diperkirakan lebih kondusif,” tutur Edwin.
Foto: Rendy MR (TopBusiness)
