TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bank Dunia Revisi Pertumbuhan Ekonomi RI, Ini Angkanya

Nurdian Akhmad
29 September 2020 | 15:28
rubrik: Ekonomi
Melambat, Bank Dunia Prediksi Ekonomi RI 2018 Tumbuh 5,2%

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Bank Dunia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini. Ekonomi Indonesia tahun ini diproyeksi melambat di kisaran minus 1,6 persen hingga minus 2 persen.

Angka proyeksi pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi Bank Dunia pada Juli 2020 yang memperkirakan ekonomi Indonesia masih bisa bertahan di nol persen.

Chief Economist for East Asia and Pacific Bank Dunia Aaditya Mattoo menyatakan, Indonesia merupakan salah satu negara di kawasan Asia Pasifik selain Filipina yang menurutnya belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi dalam waktu dekat. Pasalnya, hingga saat ini Indonesia dinilai belum sukses dalam menangani pandemi. 

“Indonesia masih belum menerapkan isolasi secara ketat, dan nampaknya lebih mengandalkan kebijakan-kebijakan yang lebih ringan,” ujar Mattoo ketika memberikan keterangan dalam konferensi video, Selasa (29/9/2020).

Untuk diketahui, proyeksi pertumbuhan Bank Dunia tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi pada Juli 2020 yang memperkirakan ekonomi Indonesia masih bisa bertahan di nol persen Mattoo pun mengatakan, proses pemulihan perekonomian di Indonesia akan berlangsung lebih lambat jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia Pasifik.

Pasalnya, perekonomian domestik di negara-negara kawasan tersebut mulai berjalan. Meski demikian, permintaan global masih akan tertekan lantaran kawasan Asia Pasifik sangat bergantung pada aktivitas perekonomian dunia. Bank Dunia memproyeksi, ekonomi China bakal tumbuh di kisaran 2 persen tahun 2020 ini. 

“Didorong oleh belanja pemerintah, ekspor yang kuat, dan kasus infeksi Covid-19 yang cenderung rendah sejak Maret, namun masih tertekan oleh kinerja konsumsi domestik yang melamban,” jelas Mattoo.  

Di sisi lain, untuk negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik, kinerja perekonomian diproyeksi bakal tumbuh 3,5 persen. Adapun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya sempat mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun akan berada di kisaran minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen. Sebelumnya, proyeksi Sri Mulyani berada di kisaran minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen.

BACA JUGA:   Menteri Basuki Optimis Penataan Lima KSPN Super Prioritas Rampung pada 2021
Tags: Bank Dunia
Previous Post

BukuWarung Gaet Dana Global

Next Post

MTLA Catatkan Marketing Sales Rp 540 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR