TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Inflasi Mei 2015 Tertinggi 5 Tahun Terakhir

Nurdian Akhmad
1 June 2015 | 12:02
rubrik: Capital Market

JAKARTA-businessnews.id: Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Indonesia pada bulan Mei 2015 sebesar 0,5 persen. Ini merupakan inflasi tertinggi dalam lima tahun terakhir. “Pada tahun 2008 terjadi inflasi 1,41 persen di bulan Mei. Tahun-tahun sebelumnya juga tinggi, jadi ini bukan yang tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Tapi dalam lima tahun terakhir, ini yang tertinggi,” ujar Kepala BPS, Suryamin dalam jumpa pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin, 1 Juni 2015.

Suryamin melanjutkan, inflasi tahun kalender sebesar 0,42 persen dan inflasi secara year on year sebesar 7,15 persen. Sementara inflasi komponen inti sebesar 0,23 persen dan secara year on year sebesar 5,04 persen. Kota dengan inflasi terendah, menurut Suryamin, adalah Singkawang dengan inflasi sebesar 0,03 persen. Sementara inflasi tertinggi terjadi di Palu yakni di level 2,24 persen.

Dari 82 kota yang disurvei, dipaparkan Suryamin, 45 kota berada di bawah 0,5 persen. Sementara kota lainnya berada di kisaran 0,5 sampai satu persen. “Hanya Palu yang tinggi sekali. Artinya ada lebih dari 50 persen kota inflasinya di bawah 0,5 persen,” kata Suryamin. Hal tersebut menunjukkan, pengendalian inflasi di daerah sudah cukup bagus.

Menurut kelompok pengeluaran, Suryamin menjabarkan ada empat kelompok yang memberi andil besar terhadap inflasi. “Paling tinggi kelompok bahan makanan dengan inflasi sebesar 1,39 persen dan andil inflasi 0,28 persen,” katanya. Andil terbesar kedua disumbang oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau dengan inflasi Mei 0,50 persen dan andil 0,08 persen.

Sementara kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar terjadi inflasi 0,20 persen dan memberi andil inflasi 0,05 persen. “Yang keempat itu kelompok sandang dengan inflasi 0,23 persen dan sumbangan 0,02 persen,” jelas Suryamin. (endy)

BACA JUGA:   Saham Pilihan Hari Ini: AMMN, AKRA, INKP, dan Lainnya
Tags: bps
Previous Post

Apple Siapkan Situs Video Streaming Saingi YouTube

Next Post

KKP Optimis Produksi Udang bakal Naik 32 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR